Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Wednesday, January 22, 2020

Anakku Dibully - KOK ADA YA ANAK PEMBULLY? Part 2



Anak itu sejatinya ketika lahir mereka itu suci. Bening. Rapuh. Cuman bisa nangis. Begitu mereka keluar dari rahim ibunya ya. Sesudah itu cuman ngerti nangis, nenen, pup. Gitu aja terus. Tentang bagaimana mereka akhirnya terbentuk kepribadiannya, itu ada di tangan orangtuanya dan lingkungannya si anak berada. 

Jadi kalau ada anak yang tumbuh menjadi anak yang santun, anak yang ramah, anak yang mampu mendengarkan pendapat orang lain, pandangilah dengan bangga kedua orangtuanya.

Dan ketika anak yang tumbuh menjadi seorang pembully, maka orangtuanya patut mengintrospeksi diri dan memikirkan dengan serius apa yang perlu diperbaiki dalam membimbing anaknya.

Anakku Dibully - KOK ADA YA ANAK PEMBULLY? Part 1



Apakah kamu termasuk orangtua yang lega, atau senang, atau bisa tersenyum ketika anaknya berhasil ngerebut ayunan dari anak lain?

Apakah kamu termasuk orangtua yang bisa tertawa karena lucu, ketika anaknya bercerita bahwa dia berhasil ngisengin temannya sampek nangis di sekolah?

Apakah kamu termasuk orangtua yang dengan suara sok diberat-beratin, sambil narik senyum, pake muka sok bijak lalu bilang “namanya juga anak-anak, wajar, jangan dianggap serius..” ketika anaknya berhasil nguasain banyak mainan di playground lalu dikumpulin di pojokan dan anak-anak lain ga boleh mainin?

Selamat! Kamu sudah mendidik atau membiarkan anakmu menjadi pembully! No wonder, masih banyak anak-anak suka menindas anak lainnya mulai dari pendidikan terendah yaitu TK, sampai ke jenjang tertinggi.

Monday, January 20, 2020

Anakku Dibully - The Story


Postingan ini akan lebih fokus ke cerita tentang Marshall. Yup! Dari 4 anak Madam, Marshall yang kerap menghadapi anak-anak pembully. Sebetulnya si Sulung Melvyn juga pernah, tapi nggak terlalu serius karena Melvyn berani bertindak. Ketika dia ditonjok oleh si pembully, Melvyn nggak mikir-mikir untuk langsung balas lagi, dan keduanya berujung di ruangan kepala sekolah. Dan masalah ini berujung dengan Madam menuntut pihak sekolah membereskan masalah ini segera sampai tuntas. Sejak saat itu si pembully kicep.

Wednesday, August 21, 2019

Tips Pilih TK: Faktor Humanisnya


Beberapa waktu yang lalu, di group whatsapp Indonesian Female Bloggers pernah seru dan rame ngebahas tentang apa aja sih yang harus diperhatiin kalo nyari sekolah TK untuk anak. Udah banyak artikel tentang tips milih sekolah yang seliweran di internet, pastinya. Tapi waktu itu Madam hanya tekankan 1 hal pada teman-teman blogger yang saat itu berdiskusi. Dan better dishare di blog ini juga lah yak. Sapa tau berguna kan. Dan sharing ini berdasarkan pengalaman pribadi lho yaa..

Thursday, February 14, 2019

8 dari 10 Anak Kurang DHA dan Omega 3. Apakah Termasuk Anak Kita?



Apa sih DHA ini sebetulnya? Itu adalah singkatan dari DokosaHeksaenoat Acid yang banyak dijumpai pada otak. Bahasa awamnya adalah DHA ini merupakan ‘makanan utama’ untuk otak. Sehingga, kekurangan DHA pada anak akan mempengaruhi kondisi fisik dan kecerdasan anak.  

Sudah banyak orang tua keren yang sadar gizi sekarang ini. Alangkah baiknya apabila mereka juga sadar asupan DHA untuk anak. Hasil penelitian yang dilakukan di negara kita memberikan hasil yang mengejutkan. Indonesia dinyatakan bahwa 80.6% anak-anaknya itu terbukti kekurangan DHA dan Omega 3. Bayangin aja ya.. 8 dari 10 anak usia 4-12 tahun adalah anak-anak yang kekurangan DHA dan Omega 3. Apakah salah satunya anak kita? 

Berikut hasil penelitian yang menyatakan bahwa negara kita itu #DaruratDHA.  



Jika 8 dari 10 anak dinyatakan DHA Deficiency atau kekurangan DHA, maka artinya ada 8 dari 10  anak yang terganggu kecerdasannya, terganggu pertumbuhan tubuhnya yang sempurna, kekebalan tubuh melemah, kulit pun akan mengalami kekeringan, terganggunya ketajaman penglihatan. Dalam kesehariannya, pada anak yang kekurangan DHA kita akan melihat si anak membutuhkan waktu lebih lama dalam menyerap ilmu atau informasi yang diterimanya dibandingkan dengan anak lainnya. Gerakan refleksnya pun akan cenderung lebih lambat dibanding anak lainnya. Contohnya, ketika sedang bermain bola, anak akan bertindak telat ketika ada bola yang menghampirinya. Lesu dan cenderung tidak bergairah juga bisa jadi menjadi salah satu ciri bahwa anak kekurangan DHA. Hal ini bisa kita perhatikan pada jam-jam aktif si anak. Contohnya ketika dia berada di antara teman-temannya, ketika anak lainnya penuh semangat dan energi, anak yang kekurangan DHA biasanya terlihat lunglai.

Sumber DHA bisa didapati pada ikan (terutama ikan laut), seafood, dan daging. Dan untuk semakin melengkapi kebutuhannya, anak juga bisa diberikan susu pertumbuhan yang mengandung DHA.  See? Nggak ribet kan sebenernya mengeluarkan negara ini dari kondisi #DaruratDHA. Semoga kita bisa menyelamatkan 8 dari 10 anak yang kekurangan DHA di Indonesia. Amin. Bisa pasti. Asalkan kita semua sebagai ibu paham betul apa itu DHA dan keutamaannya bagi anak kita, dan mulai action. Yuk! 

Tuesday, February 5, 2019

Najmah Bertanya: Cowok Naksir


Orang tua itu mungkin saking kebanyakan yang dipikirin, suka ga jelas apa maunya. Ketika anak-anak masih pada kicik-kicik, maunya mereka cepetan gede biar kerempongan hakiki berkurang. Begitu mereka udah pada gede, pinginnya mereka balik kecil lagi.. hanya karena wangi keringat macam buah sawo yang matang siap dimakan sangatlah dirindukan 😄 Yah gitulah para orang tua itu nak, bukan cuman kalian yang kadang ga jelas apa maunya, orang dewasa pun juga bisa..

Suatu malam ketika Madam berduaan di kamar sama si Eneng, tiba-tiba anak bungsu ini melempar pertanyaan..

"Mommy, can I ask you a question? What did you do when some boys like you?"


Tuesday, November 28, 2017

Si Entong (Harus) Kerja


Punya anak banyak, membuat saya dan suami punya 'gaya' tersendiri dalam mendidik anak-anak kami. Sejak kecil kami nggak membiasakan bikin perayaan ulang tahun. Kecuali si Sulung Melvyn. Berhubung cucu pertama, dan waktu itu belum ada adik-adiknya, jadi sempat tiap kali ulang tahun pake perayaan. Itu pun Granny-nya yang bikinin pesta. Tapi begitu bererot anak bertambah jadi 4, diputuskan nggak ada yang namanya perayaan ulang tahun. Kenapa?

Kami memutuskan tiap mereka ulang tahun, itu cukup menjadi private family time aja. Kami makan malem atau makan siang bareng, lalu mereka terima kado dari orang tuanya, Grannynya, tantenya. Udah cukup. Dan kami kasih pengertian juga, dengan begitu kami bisa kasih hadiah ulang tahun yang nilainya lebih. Keempat anak kami juga sudah dibiasakan dari kecil diberi pengertian mengenai 'pengeluaran uang yang berlebih' dan mengapa The Kairupan ini harus berhemat.

Alhamdulillah, dari keempat anak kami, nggak ada satupun anak yang sangat demanding kalau ingin sesuatu. Sampe ngamuk-ngamuk atau nangis-nangis kalau barang yang diinginkannya nggak terpenuhi. Sama sekali nggak ada yang kayak gitu. Karena bener-bener dari kecil itu udah diajakin diskusi dan diajakin hidup prihatin. Terserah deh udah ngerti apa belom. Dan akhirnya lama-lama mereka terbiasa.

Jaman saya masih kerja di Majalah AsiaViews (projectnya Majalah Tempo), sebulan sekali 3 krucil Marshall, Marvell, Mayra Najmah udah rutin kerja sebulan sekali bantuin Big Mommy. Jadi tiap kali Big Mommy harus ke bank untuk urusin semua pembayarannya AsiaViews, abis ngejemput mereka pulang sekolah, kami langsung ke Bank. Masing-masing anak udah punya tugas masing-masing. Ada yang bukain pintu mobil buat emaknya, ada yang bawain map emaknya, ada yang ngantriin untuk emaknya, termasuk bersikap manis selama di Bank. Kalau udah selesai, masing-masing dari mereka dapet 'gaji' Rp5,000 😄

Bahkan ketika akhirnya mereka semua mempunyai handphone, tidak ada dari kami yang mengkhususkan mengeluarkan uang untuk membelikan mereka kebutuhan mewah itu. Mereka dapet dari hadiah ulang tahun dari om dan tantenya, dan ada juga yang dari lungsuran emaknya. Itupun pemakaiannya dibatasin banget. Dan kalaupun mereka fokus banget pake hp dalam waktu lama, itu pun karena mereka serius ngedit video.

Lalu apa hubungannya dengan si Entong? :D
Oiyaaa.. mari kita bahas si Entong. #AnakItuAdalahMarvell ini termasuk anak yang seleranya tinggi, selain kakaknya. Kalau ada maunya, dia bener-bener keukeuh teguh kukuh pendirian mau itu barang. Akhir-akhir ini dia kepengen upgrade handphonenya ke yang harganya 3jutaan. Ya pasti nggak mau beliinlah emak bapaknya ini. Lalu dia memutuskan untuk kumpulin uangnya di tantenya. Lalu dia bahaaaaaassss terus tentang handphone ke orang-orang di sekitarnya. Termasuk orang tuanya.

"If you want it, you have to work." kata Big Mommy.

"I know, Mom. So I need job, mom."

"I let you know if I have it."

Lalu lumayan intenslah dia nanyain lowongan kerja ke emaknya 😄
Oh My Allah.. anak ini emang deh. Sewaktu bulan Oktober kemaren, sempet dia kerja jadi talent zombie untuk event Halloween. Seneng banget dia. Uangnya udah terkumpul banyaklah. Sampek akhirnya minggu lalu, I called him to his phone.

"Syauqi, do you still need job?"

"Ya ofcourse dong Mom."

"Ya udah, mau jadi talent hantu nggak untuk premiere film Mata Batin? Nanti kamu keluar masuk studionya gitu, bikin kaget orang."

"Iya mau, Mom."


Akhirnya deal lah ya. Di hari H, dia dimekapin oleh emaknya jadi hantu anak kecil seperti yang di film. Sebelumnya dia sehat-sehat aja. Tapi mungkin karena pas dimekapin, di belakang dia itu kipas angin langsung, dan mungkin juga faktor makanan yang disediain panitia yang ada cuminya (karena si Entong alergi cumi), malam itu tiba2 aja si Entong panas tinggi.

Sebelumnya, begitu abis dimakeupin sama emaknya, dia langsung keliatan letih gitu badannya. Sampek akhirnya Big Mommy nyuruh dia rebahan. Lalu dia tertidur pulas sampek nganga asoy gitu.


Lalu kami sekeluarga mulai masuk bioskop karena pemutaran film udah mau dimulai. Saya dapet kabar dari asisten kalau Marvell ngerasa mual dan dia nggak mau keluar. Akhirnya Big Mommy lapor ke papanya.

"Dia harus keluar. Nggak enak sama yang punya acara" gitu kata Bapake.

Lalu Big Mommy telp si Entong.

"Syauq, what happened?"

"Syauqi ga enak badan Mom.."

"Do you still can walk?"

"Yes, Mom."

"So you better start walking and go out there, darling. Yang namanya kerja itu ya harus begitu. Harus komit, Nak. Semampumu aja, Sayang."

For centain parents, mungkin saya dan suami dicap tega kali yaa.. Tapi we don't see ourselves that way. Anak-anak harus diajarkan walaupun mereka kerja sama orang tuanya, mereka harus commit dengan tugas yang harus mereka laksanakan. Mereka udah harus dikenalin dengan profesionalitas sedari kecil. Toh yang penting dikerjain semampunya aja dulu. In syaa Allah kami juga bisa liat mana yang bahaya, mana yang nggak.


Pemutaran film pun dimulai. Pas film udah setengah putaran, saya ditelp sama salah satu panitia. Di kasih tau kalau Marvell panas tinggi dan muntah-muntah. Akhirnya Big Mommy keluar studio dan nengokin si Entong.

Dia lagi terkapar tiduran abis minum teh anget. Dia bilang kalau dia ngerasa mual. Tapi dia udah sempat jalan ke 3 studio.

"Tinggal 2 studio lagi, Mom.."

"Don't you worry about it, sayang. Sekarang istirahat aja ya"

"Ini pasti karena cuminya, Mom.. Aku itu masih mau jalan lagi, tapi tiap kali mau jalan aku mual.." terus air matanya ngucur.

"Iya, it's ok, Sayang. Istirahat aja dulu yaa.."

Begitu acara pemutaran film selesai, pas kami cek si Entong masih tidur. Badannya panasnya tinggi banget. Udah diminumin tolak angin dan panadol juga sebelumnya. Pas kami lagi kumpul-kumpul di ruang makeup, si Entong pun ngingo.. Big Mommy rada nggak nangkep dia ngomong apaan. Tapi kata asisten gue, si Entong bilang kalau dia nggak selesein jalan ke semua studio, nanti honornya dipotong sama Mommy. 

Aduh asli emaknya bingung.. antara terharu dan mau ngakak.
Memang kami selalu tekankan ke anak-anak, kalau kerjanya nggak maksimal, pastinya akan ada penyesuaian honor. Udah pasti ini harus diajarkan supaya mereka ngerti bahwa kerja itu harus kasih hasil yang maksimal. Dan untuk mengajarkan ke mereka juga, bahwa there's no such a special treatment yang membedakan mereka dengan talent-talent lain.

Panita pun cerita ke Big Mommy, kalo si Entong itu tadinya ngotot mau tetep lanjutin jalan. Walopun dia abis muntah-muntah.

"Kasian mommy, udah makeupin aku kayak gini, terus masa aku malah tiduran.."

"Gapapa, Mommy pasti ngerti kok.." Lalu dia nurut untuk istirahat aja.

Begitu Big Mommy bangunin untuk hapus makeup dan copot softlens, si Entong langsung ngomong..

"I'm sorry, Mommy.."

"Sorry for what?"

"Mommy udah makeupin aku kayak gini. Akunya malah sakit. Aku nggak mau lagi makan yang ada cuminya"

"It's ok, darling. Don't you worry about it. Yang penting Syauqi udah berusaha. And don't worry, honornya nggak dipotong kok.. " 😄😄😄

You did a great job, Marvell. And I was so proud of you.. The lesson we gave you was waay more important than hitung-hituan luas bangun ruang di Matematika 😄  Enjoy your salary, darling..

Friday, August 11, 2017

This is Us: Pelajaran dalam Rumah Tangga


"We had a fight and we both need a minute to catch our breath. The kids are gonna be fine. We show them how in healthy marriage that it’s just gonna be just a bloop in the radar few years from now. We’re the parents. We do the best we can. But at the end of the day, what’s happened to them, how they turn out, it’s bigger than us. Sometimes they make good decision, sometimes bad decision. Every once in a while they’re gonna do something that knocks our feet. Our kids are gonna be fine."

Tuesday, August 8, 2017

Anak Pasti Akan Memilih Ibunya


"Gue sedih. Ketika gue pulang ke rumah (dari kerja), anak gue bukannya ngedatengin gue. Tapi malah nyari mbaknya."

Kata seorang ibu muda lagi curhat ke temennya. Pilu banget nadanya. Bukannya doyan nguping. Tapi waktu itu jarak antara meja saya dan kumpulan ibu-ibu muda itu deketan. Plus si ibu muda ngomongnya rada besar juga volumenya. I couldn't help but follow her stories kan jadinyaaa :D

Saturday, August 5, 2017

Sebelum Punya Anak, Punya Value Dulu Dalam Keluarga



"Jadi orang tua itu emang nggak ada sekolahnya. Kita nggak dididik untuk menjadi orang tua yang baik. Jadi sebelum kita bisa bicara (tentang peraturan) ke anak, orang tua sudah harus punya commitment dulu tentang value apa yang akan diterapkan pada anak"

Jeng..jeeeng...
Susunan kata-kata itu saya tangkap ketika pertama kali hadir di seminar parentingnya ibu Elly Risman beberapa tahun yang lalu. Lupa tahun berapa. Tapi twinster masih kucil-kucil. Saat itu saya niat banget untuk memperdalam ilmu parenting, mengingat krucil kenyataannya nggak akan bertahan cilik terus. Yang saya ingat saat itu udah ada gejolak dalam menghadapi si sulung Melvyn.

Saturday, July 8, 2017

Patah Hati Pagi-Pagi

Pagi-pagi sudah patah patah hati. Patah hati yang dicari-cari. Patah hati tapi nyengir-nyengir sendiri. Siapa yang patah hati? Gue dan suami.

Hari ini adalah hari pertama si Sulung masuk sekolah. Sekolah baru. Jenjang baru. SMA. Gue dan suami nganterin dia pagi-pagi ke sekolah barunya. Kebetulan abis itu jadwal padat. Diantaranya beli baju kuntilanak, wig kuntilanak, dan beli kasur baru untuk Tini, mbak barunya The Kairupan. Kegiatan ibu rumah tangga pada umumnya laaahh ini maahh 😋

So, kami antarkan si Sulung ke sekolah barunya. Tadi malam emang udh bilang ke suami:

"Aku mau ikut yaa.. mau foto2 si Sulung di sekolah barunya"

Masuknya jam 7 pagi.
Kami sampeknya jam 6.30. Nggak bisa belok kiri masuk ke area sekolah karena mobil udah berjejer parkir dan jalanan padat karena banyak mobil yang drop off anak-anak sekolah. Suami sayang mutusin parkir darurat di pinggir jalan.

"Perlu bawa uang untuk beli makanan nggak Melv?" Bapake nanya.

"Nggak perlu, Pa. Cuman sebentar kok."

Tapi tetep dikasih uang untuk beli minuman. Lalu suami ngajakin turun.

"Papa mama turun ya?" Kata gue.

"Hah.. turun ma? Kayaknya nggak usah deh ma. Nggak ada yang orang tuanya turun."

"Masa sih? Kamu nggak perlu ditemenin?"

"Nggak ma. Thank you ma. Bye Pa, Ma. Love you!"

Lalu si Sulung keluar mobil dan berjalan cepat menuju sekolahnya.

Kami berdua masih berusaha mencerna situasinya. Lalu suami mulai ngejalanin mobil mau memulai perjalanan selanjutnya. Baru juga jalan 2 meter, kami ngeliat lahan parkir yang diisi mobil-mobil. Ya pastinya itu mobil oramg tua yang nganterin anak-anaknya sekolah kan. Nggak pake mikir-mikir panjang, seolah-olah kayak mendapat panggilan untuk masuk surga, suami langsung ikutan parkir disana. Dan kami sigap berjalan menuju sekolah barunya si Sulung.

Ternyata..
Setelah memasuki gerbang sekolah, area parkir sekolah dipenuhi siswa siswi baru sekolah itu. Area lobby juga penuh. Dan ada orang tua murid juga di area parkir. Kami tidak sendiri kaaaann 😋😋

Kami cari-cari anak tampan dan tinggi menawan di area parkiran. Tapi nggak ada. Di lobby yang penuh anak-anak berdesak-desakan juga nggak ada. Sementara terdengar suara announcement dari speaker sekolah. Kedengarannya kayak ngucapin selamat datang ke para siswa siswi baru dan apapun yang akan mereka kerjakan pagi itu akan segera dimulai.

"Aku telpon Melvyn ah.." suami bergumam. Lalu mulai mendial handphone yang udah ngeletek-ngeletek pinggirannya. Tambeng memang suami gue. Nggak mau banget ganti hp baru sebelum hpnya awarahum.

"Melv, dimana? Papa mama ada di luar nih. Kamu keluar dong..
........
Ah masaaaa nggak bisa keluar? Ini masih banyak yang diluar kok.
.......
Masa sih udh mau mulai?
.......
Oh.. ya udah. Jadi nggak bisa keluar?
.......
Ya udah deh.. Bye sayang.."

Lalu akhirnya kami balik kanan, jalan kaki dengan rapi menuju mobil. Ceritanya patah hati berjamaah suami istri ini. Patah hati yang dicari-cari sendiri. Gimana nggak dicari-cari sendiri coba. Anak bujang jakunnya udah naik turun, masih aja orang tuanya komplit mau ikutan dampingin 🤣🤣🤣

Take that Eric Yonna.. you might wanna face the fact that your son will be ready soon to fly by himself out of his nest


Saturday, July 9, 2016

The Love is Still There: Kaos Kaki


Gue itu kemana-mana kalo keluar rumah pasti pakai kaos kaki. Kaos kaki tipis muslimah itu lho. Nggak perlu lah gue jelaskan mengapa ya. Dan nggak perlu jugalah dipertanyakan mengapanya.

Dan.. dari dulu sampek sekarang.. dengan segala kegiatan gue yang segambreng, dari mulai urusan anak-anak sampek urusan cari duit, salah satu cara gue untuk ngecharge tenaga adalah dengan tidur di mobil. Gue itu orangnya pelor abis dari dulu. Begitu masuk mobil dan mesin mobil nyala, mata gue kayak digelayutin hantu pertanda ngantuk dan dalam hitungan detik bisa langsung.. blek... tidur. Temen-temen kuliah gue sampek ngasih julukan 'Abek' singkatan Anak Bekasi ke gue.. :D

Saturday, July 2, 2016

Es Krim Ekonomis atau Es Krim Bangsawan?


Ceritanya lagi berduaan sama si bungsu di Mall of Indonesia. Biasa deh.. kudu ngontrol wahana Dead Prison yang di running oleh teamnya Kompi Zombie. Eh eh eh... rugi deh kalo belon nyobain wahana zombie ini. Suwer deehh..

Okeh.. balik ke cerita awal.

Friday, May 6, 2016

#OneStepAhead: Memantau Tumbuh Kembang Anak



Pernah saya mendengar statement dari ibu Elly Risman: “untuk menjadi orangtua itu nggak ada sekolahnya”. Iya bener. Seandainya ada sekolahnya. Terus ada acara naik kelasnya. Terus ada acara graduationnya. Setidaknya palingan saya udah nggak punya yang namanya panick attack dalam membimbing 4 anak saya: Melvyn, Marshall, Marvell, Mayra Najmah.

Emang nggak ada sekolahnya. Tapi banyak ilmu gratisnya. Banyak workshopnya. Yang penting balik ke kita lagi, mau belajar nggak? Nah kalas saya tipe yang dimana aja ada ilmunya, gue kejar deh. Apalagi gratis. Apalagi tujuannya untuk kebaikan anak-anak.

Alhamdulillah kemarin ini gue diundang ke acara Office-to-Office Parenting Talkshow yang diadakan oleh Nutrilon Royal di Bursa Efek Indonesia, dengan tagar #OneStepAhead. Beuuhh neeyykk.. banyak banget ilmu yang gue dapet disana. Tapi apalah ilmu yang kita dapat kalau nggak dibagi-bagikan, tul?

Untuk itu makanya postingan blog mengenai One Step Ahead Mum ini akan gue posting dalam 4 artikel yaa. Karena kalau gue posting dalam 1 artikel, gue yakin kalian akan mimisan bacanya nanti. Karena gue mau nyampein informasinya penuh. Nggak seuprit-seuprit. Nggak dikit-dikit. Mau kan? Mau kan?



Ilmu yang pertama dari Dr. Bernie Endyarni Medise, SpAK, MPH. Seorang Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang. Mengenai Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Sejak Awal Kehidupannya untuk Mempersiapkan Masa Depannya. Biar cepet nangkep di kepala, gue ketik ulang ya: penting banget kita merhatiin perkembangan anak kita di umur 0-5 tahun. 

Definisi anak apaan sik?
Kalau menurut UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. 

Dan jangan sampek salah kaprah ya. Anak itu bukan ‘bentuk mini’ orangtuanya. Nggak asik sekali anak kita diliatnya kalau dia adalah suami kita tapi dalam bentuk mini. Ya kan? Ya kan?
Anak mempunya keunikan fisik sendiri yang berbeda dari kedua orangtuanya. Mereka punya keunikan kepribadian sendiri yang juga berbeda dari orangtuanya. Maha besar Allah yang menciptakan manusia.


Yang wajib banget kita perhatikan adalah CIRI KHAS ANAK yaitu: tumbuh dan berkembang. 2 hal tersebut haruslah ada pertambahannya, terutama pada saat golden periodnya (0-3 tahun). Tumbuh dan berkembang itu adalah 2 hal yang berbeda yaa men-temen sekalian.

Anak tumbuh diukur dari:
berat badan
lingkar kepala
tinggi badan

selama ada penambahan dalam ketiga hal diatas, berarti anak kita tumbuh dengan baik. Kalau yang tidak bertambah dari 3 hal diatas pada saat golden periodnya dalam waktu yang lama, maka kita harus buru-buru konsultasi ke dokter. Itulah makanya yaaa… pada saat kita habis lahiran anak, pihak Rumah Sakit ngebekelin kita dengan buku catatan anak. Disana kita mengisi data-data tentang bayi baru kita. Ketiga hal diatas akan dicatat oleh suster yang mengukur pertambahan ketiganya.

Gue jadi inget buku Rumah Sakit yang diserahkan waktu gue abis ngelahirin Twinster dan juga Mayra Najmah. Bukunya dari Nutrilon dan di dalamnya udah terisi lengkap data-datanya twinster. Ada cap kakinya juga. Lucuk.

Ok.. kembali ke pembahasan..
Sekarang tentang berkembang. Anak itu berkembangnya dilihat dari perkembangan fungsi tubuh. 

Bagaimana perkembangan motorik kasarnya?
Bagaimana perkembangan motorik halusnya?
Bagaimana perkembangan bahasanya?
Bagaimana perkembangan personalisasi dan sosialisasinya?

Semua itu harus kita perhatikan dengan baik. 

Lalu apa yang membuat anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik? Faktor apa aja yang berperan?
Ada 3 faktor ya sodara-sodara...
Genetika (keturunan)
Environment (pola asuh, psikologis, kesehatan, imunisasi, stimulasi)
Nutrisi (ASI, MP ASI, makanan seimbang)

Penting bagi kita untuk melihat faktor-faktor yang bisa mempengaruhi genetika anak-anak kita nanti. Kalo jaman dulu kan para orangtua mengedepankan Bibit, Bebet, Bobot dalam menentukan calon pendamping anaknya. Itulah cara mereka memastikan bahwa anaknya akan memiliki masa depan yang baik. Walopun belon tentu juga berhasil sik. Tapi jaman sekarang cukup kita pastikan bahwa pasangan sehat secara fisik dan mentalnya, agar dapat memberikan keturunan yang sehat juga.

Selanjutnya environment/lingkungan yang kita berikan untuk anak kita haruslah baik. Pola asuh seperti apakah yang akan kita terapkan kepada anak-anak kita. Militerkah? Orangtua tipe keset kah? Demokratiskah?
Seperti apakah stimulasi untuk tumbuh kembangnya yang akan kita berikan?
Setiap anak membutuhkan imunisasi. Mereka membutuhkan bantuan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Mereka punya hak untuk itu. Jadi utamakan kebutuhan anak dalam hal imunisasi ini. Because they really need it.

Dalam membimbing anak-anak kita agar bisa berkembang dengan baik, stimulasi yang kita berikan haruslah:
  1. Setiap hari. Diulang setiap ada kesempatan.
  2. dalam suasana bermain dan interaktif.
  3. Penuh kasih sayang dan gembira.
  4. dengan pola asuh yang otoritatif (demokratik)
  5. Diberi contoh, dibantu, dan tuntas (selesai).
  6. penuh pujian dan penghargaan.

Lalu mengenai nutrisi. Pastikan anak terpenuhi kebutuhan ASInya. Apabila si ibu tidak dalam kondisi tidak bisa memberi ASI, maka usahakan banget-banget kebutuhan ini terpenuhi. Karena beda banget lho antara sistem kekebalan anak-anak ASI dan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI.

Lalu berikan anak kita Makanan Pendamping ASI yang memang sesuai dengan umurnya. Sesuai juga dengan kondisi kesehatannya. Apabila anak kita alergi telur, udah pasti kita nggak bisa kasih MP ASI yang ada kandungan telurnya kan. Jadi kita sebagai emaknya emang harus aware banget.

Dan ketika mereka sudah melewati masa2 ASI dan MP ASI, makan kita harus memberikan mereka makanan yang seimbangnya. Jangan kasih makanan yang hanya dominan lemak dan karbohidrat aja, misalnya. Poin terakhir ini sik merupakan PR besar untuk gue nih. Secara gue sekarang dalam masa nggak ada ART nih, dan kemampunan masak memasak gue itu masih di bawah standard lah. Jadi masih belum komplit penyajiannya. But am getting there, for sure. I’m still learning. Yah doakan sajalah dalam proses belajar ini, tiba-tiba dapet berkah punya ART baru, ye kaaann? Amin-kan dong sodara-sodaraaa...



Baeklah sekian dulu postingan pertama #OneStepAhead yang isinya  tentang tumbuh kembang anak, yaaakk.. Silahkan intip artikel selanjutnya yang gue dapet dari psikolog Ajeng Raviando, Psi mengenai Menggali dan Mendukung Potensi si Kecil. Cuuuss yaaa….

Dadaaaah...

Instagram | Twitter | Youtube | Facebook Page | Makeup Artist | Blog Makeup

Saturday, April 2, 2016

CARA MENDIDIK ANAK BEREMPATI



“Mommy, do you want me to massage your back?"

“Kecilin musiknya, Mama lagi terima telepon!"

“Don’t go inside mom’s room, Mommy’s sleeping.."

“Baby (the lil sister), you can take my chicken. I only eat one.."

Itulah beberapa rasa empati yang ditunjukin anak-anak gue di rumah. Bukan. Gue menulis itu bukan berarti gue mau bilang bahwa gue sudah berhasil mendidik anak-anak gue sebagai anak-anak yang berempati. Justru malah gue mau share pembahasan psikolog tentang bagaimana caranya kita mendiidik anak kita agar menjadi anak-anak yang berempati.

Saturday, March 12, 2016

He's (Always) Taking Care of Me


Ini kejadian beberapa hari yang lalu.
Big Mommy itu paling cepet kalah sama masuk angin kronis deh. Kalo udh kayak gitu, anginnya naek ke kepala. Terus kepala rasanya kayak ditujes-tujes pake obeng.

Itu yang gue rasain beberapa hari yang lalu. Kalo udh kayak gitu, udah ga bisa ngapa-ngapain deh. Kecuali maen henpon.. :P

Sesudah gue ngejemput 3 krucil pulang sekolah, gue cuman bisa rebahan. Terus ketiduran. Nggak pake mangap. Pas bangun sakit kepalanya masih eksis. Deeeeyymm!!

Terus makan malem sama krucil. Jam 5 lewat deh. The pain was still there. Selesai kami dinner, my #SweetMarshall nawarin diri untuk mijitin kepala Big Mommy. This kid has something good going on with his fingers. Enak deh kalo buat mijitin.

Cah Bagus istiqomah mijitin kepala emaknya. Sampek akhirnya Maghrib dan Big Mommy harus shalat. Marshall bilang..

"Your hair is curly Mommy.. (kusut akibat kepalanya dipijit-pijit). Syafiq rapihin dulu ya Mommy.."

Marshall (yang kalau di rumah dipanggil dengan nama Syafiq) pergi ke kamar adiknya untuk ngambil sisir, lalu kembali lagi ke kamar ibunya. Lalu nyisirin rambut Big Mommy. Sampek rapih.

Setelah selesai, Big Mommy ke kamar mandi. Wudhu. Lalu bersiap-siap untuk shalat Maghrib.
Di kamar cuman ada sajadah tipis. Tak apalah. Pakai yang tipis juga tak mengapa.
Tiba-tiba Marshall bergerak keluar kamar. Lalu kembali lagi ke kamar dengan membawa sajadah kecil.

"Tunggu, Mommy.."

Lalu dia melapisi sajadah tipis gw dengan sajadah kecil itu di bagian kepala. Gue cuman berdiri ngeliatin.. 

"Supaya Mommy kepalanya nggak sakit. Mommy kan lagi sakit kepala.."

That's the way he treats his mother every day.
I guess the father doesn't have to worry about the mother anymore. Coz he got his 3 legacies who knows exactly how to treat their mothers.

Walopun yaaaa sebelumnya...
Mereka tetep aja lari-larian sepanjang rumah dengan suara hiruk pikuk.
Sebar-sebar lego dimana pun mereka hinggap.
But that was their world I had to deal with.. Just like how they had to deal with their mother's world..

Monday, March 7, 2016

Video Yang Bikin Si Sulung Hampir Berantem Di Sekolah


Eh masa si sulung gue emosi..
Waktu hari Jumat kemaren dia cerita ke Big Mommy.
Salah satu temannya ngedownload salah satu video keluarga kami yg di youtube, terus dia sebar-sebar ke temen sekelas, dan provokasiin temen2nya yang lain untuk ngetawa2in si kakak.

Melvyn pun emosi. Anak itu langsung dia dorong ke dinding, terus dia tarik kerah bajunya tuh anak. Ini anak sama2 ikut taekwondo sama si kakak.

"Loe ada masalah sama gue? Hah? Ada masalah apa loe hah?"

Terus salah seorang temennya langsung ngingetin Melvyn..

"Udah Vyn, orang kayak gitu nggak pantes diladenin"

Untung si Kakak dengerin temennya. Katanya, si Kakak emosi banget sampek nggak peduli diliatin temen2nya. Lalu terjadilah pembicaraan ibu dan anak sulungnya ini..

"Emang diketawainnya apa kak?"

"Kakak diteriakin sama dia.. anak manja! Anak manja! Anak papa!"

"Terus temen2 yang lain ikutan ngetawain juga?"

"Iya ma.."

"Semuanya?"

"Nggak ma.. "

"Yang kroco-kroco aja kan?"

"Iya.."

"I want to ask you something. What do you think of the video? How do you feel? Is it memalukan? Apa kamu malu kamu ada di video itu?"

"Nggak ma. Tapi Kakak sebel diketawa2in. Dia kayak cari2 celah untuk ngebully kakak.."

"Ok. Kamu harus bisa lihat. Tujuannya dia adalah bikin kamu marah. Kalau kamu marah, dia malah seneng karena itu maunya.

Can't you see bahwa sebetulnya anak itu jealous sama kamu? Kamu sholeh, pintar, ganteng.. Dia berharap sekali untuk menjadi seperti kamu. Tapi nggak bisa. Terus frustasi. Akhirnya cuman bisa ngetawa2in..

Dia pasti bisa liat.. berapa viewsnya video itu. Ratusan ribu lho! Video itu disponsori oleh Coca Cola lho. Dia dan temen2 kamu yang ngetawain.. berharap sekali bisa ditonton banyak orang kayak gitu.."

"Iya ma.."

"Dan you know what? Bisa jadi dia iri sama kamu, karena dia tidak punya orang tua seasik orang tua kamu. Oh look at your father, kak.. He's handsome, orangnya baik, ke anak2nya lucu banget.. walaupun mama sebel sama papamu waktu kemaren itu kasih cerita lucu yang kelewatan ke kalian. Dan kamu kenapa nggak tegur papamu siikk.." (ok.. ini emaknya mulai keluar jalur..)

"Hehehhee.. iya ma.."

"I met his father once. Mama pernah liat bapaknya temenmu itu. Dan mama liat cara dia bicara. Then trust me... he's jealous of you!"

Anaknya senyum. Ganteng deh. Terus gue mulai liat deh ada kumis2 tipis di atas bibirnya.. Waakksss.. bentar lagi brewokan deh nih anak kayak bapaknya!

"Jadi... kamu bisa lihat bahwa sebetulnya video itu nggak memalukan. You can see the bigger picture kan jadinya. Next time, jangan kepancing nak. Dibawa santai aja. Ketawain balik aja.. "

"Iya ma..."

"Fokus sama tujuan kamu sekolah disana ya Kak.. You aim for the bigger purpose! Jangan sampai hilang fokus kak.. tujuan selanjutnya adalah SMA negeri. Ok sayang?"

"Ok ma.."

"I love you so much kak.. and am so proud of you!"

"I love you too ma.. tx ma"

Tuesday, February 23, 2016

Poni Pilu si Entong

Mumpung ada bapaknya, kemarenan itu akhirnya gw minta the father took the boys utk potong rambut. Emaknya? Nikmatin tidur di rumah.

Lagi di tengah2 tidur, si sulung nepon. Lapor kalo si entong nangis krn si Asep tukang cukur motong poni dia kependekan. Dengan mata yg berat banget, gue bilang ke kakak "Kak, I'm sure your father can handle it.. Mama lagi tidur sayaang.."

And yes.. I was that exhausted. Just in case you judge me from what I was doing.. 😁

Lanjut lagi tidurnya doong..

Begitu Big Mommy kebangun, yang langsung gue inget adalah si Entong. Eh gimana kelanjutannya yaa..

Begini cerita bapaknya:
Marvell itu maunya poninya itu panjangnya tepat di atas alis. Karena emang itu anak kan demennya nyisir poninya ke pinggir. Kadang suka dia gaya-gayain nyisirnya pake sisir yang (hampir) selalu dia bawa kemana-mana.

Tapi Asep motongnya kependekan. Bad Asep! Nakal Asep!

Kesel lah Marvell. Dari abis dipotong rambutnya sampek pulang, itu anak nangis-nangis rewel gitu di salon. Itu nggak sebentar lho.. krn harus nunggu Marshall, Melvyn dan Ayah juga yang potong rambut.

Si entong marah-marah.. "masa orang dewasa bisa lupa!!!" Ketika si Asep minta maaf dengan alasan dia lupa bahwa poninya jangan dipotong pendek.

Fatwa keluar sudah. Si Entong nggak mau lagi dipotong rambutnya sama Asep. Ouuucchh.. Lagian Asep siiikkk aaaaahh....

Lalu gw panggil si Entong ke kamar. Dan dia masuk dengan keadaan seperti di foto!! Asliiikk.. terus Big Mommy yang galau.. mau kesian atau mau ketawak niihh. Ok.. aku kan ibu-ibu sempurna, jadi kuputuskan bertindak bijak.

"What happened? Kok pake shower cap?"
"Aku ga suka rambutku, Mommy.." mukanya sedih. Nada suaranya pilu. Air matanya siap ngalir lagi.
"I know the story.. lemme see your hair"

I know how to handle this little man. Pikir gue.

Pelan-pelan dia buka showercapnya.
Dan gue aturlah intonasi dan mimik yang sempurna untuk adegan ini..

"Woooww... ganteng banget!!" Dengan gesture tubuh yang terhenyak gitu deh..
"Maasya Allah gantengnyaaa... kamu jadi kayak anak bule gitu naaakk... bagus kok! Ganteng banget!"

"Tapi poninya kependekan Mommy. Aku nggak mau.."
"Yeah I know you don't like it. But this is not bad! Ganteng banget malaahh.."
"Iya.. tapi aku nggak suka"
"Yeah i know. Emang Asepnya juga salah. Tapi ini ganteng banget. Kayak anak bule!" Mata gue bikin pollll berbinar-binarnya.

Lalu.. seperti yang sudah bisa gue tebak.
Si Entong air matanya nggak jadi ngalir.
Raut wajahnya masih sedih sik.
Tapi gue liat lobang idungnya mulai membesar.
Terus nahan-nahan senyum.. lalu bilang..
"Thanks Mom!"

Terus udah deh. Beres.

***********

Beberapa saat kemudian. Dengan tenang Marshall masuk kamar. Dengan rambut yg udh dicukur rapi model cepak.

"Hi Syaf.. you look so handsome!"
"Ow.. thanks mom!"

Yang satu ini sik adem-adem aja. Nggak terlalu rese masalah penampilan. Beda sama #AnakItuAdalahMarvell


Friday, February 12, 2016

I Did Something Good Today. I Think.

"Demi apa bu?"

Itu reaksi pertama yang gue denger dari mulut si ibu muda. Mamah muda. Ok, gue ceritain dari awal yaa...

Kira-kira sejak November 2015 kemarin gue mulai rutin jalan pagi di Jalur Hijau Tebet sehabis ngedropin krucil sekolah. Kelar jalan pagi, biasanya gue duduk santai dulu di dalam mobil. Having my moments.

Kira2 di bulan Desember 2015.
Mobil gue parkirnya menghadap ke taman. Gue udah selesai jalan pagi. Terus gue having my moments. In the car.

Dari dalam mobil gue liat seorang baby sitter lagi ngasuh anak balita, umurnya mungkin 3 tahun. Cowok. Ganteng. Sepertinya ada darah Timur Tengahnya. Gue mah langsung keingetan anak-anak gue waktu seumuran segitu. Itu anak lucu sepertinya lagi dikasih sarapan sama Sitternya. Sambil si anak jalan-jalan. Anaknya nggak petakilan kok. Trust me.. gue punya anak 4, jadi sensor gue bisa dipercayalah untuk bisa ngeliat seorang anak itu petakilan atau nggak.

Tiba-tiba gue kaget.
Si sitter yang duduknya membelakangi mobil gue narik kasar si anak untuk mendekat ke dia. Abis itu anak itu ditaro di pangkuannya. Dengan hanya melihat punggungnya, gue bisa melihatlah dari gesturenya sepertinya dia lagi ngedumelin itu anak. Ummm... secara logika emang kayak nggak mungkin yaa di posisi gue yang di belakangnya bisa liat kalo itu sitter ngedumel2.
Ya bisalah dilihat.. karena si Sitter kan kepalanya gerak2 ke samping. Jadi pas wajahnya menoleh ke samping, gue bisa liat mimik keselnya sambil mulutnya komat-kamit. And trust me.. itu nggak lagi nyanyiin Twinkle-Twinkle Litter Star. Suwer deehh!

Tiba-tiba gue kaget lagi.. #EmangKagetanOrangnya :P
Itu Sitter mukulin tangan si anak yang nyoba ngambil2 sesuatu. Mungkin mainan. Mungkin handphone. Nggak keliatan dari tempat gue. Adalah sekitar 2-3 kali mukulnya. Abis itu dia lanjut dengan gerakan kasar maksa ngasih makan si anak.

Hidih!
Gue paling panas hati liat Sitter kayak gini. Dan gue harus melakukan sesuatu. Gue tunggu-tunggu sebentar, nyari yang mana sik bapak atau ibunya. Tapi nggak muncul-muncul. Dan gue udah harus pulang. Urusan si Sulung mau berangkat sekolah soalnya.

Terus gue pulang deh.

Abis itu beberapa kali gue liat lagi Sitter dan anak ganteng itu di jalur hijau. Si Sitter lagi ngasih makan. Normal-normal aja sik. Nggak ada tindak kekerasan.

Sekitar beberapa hari yang lalu, gue liat lagi si anak ganteng di taman Tebet itu. Lagi dikasih makan. Kali ini sama wanita muda. Gue yakin itu ibunya. Dan ada si Sitter itu. Aaahh.. finally ada juga ibunya. Gitu pikir gue. Tapi gue mau lanjutin jalan pagi dulu, nanti begitu gue liat si ibu lagi sendokiran, ya baru mau gue ajak ngomong deh.

Lha tapi abis gue kelar muter, gue nggak liat mereka lagi.

Nah tadi pagi gue liat lagi si anak cute ganteng lagi dikasih makan. Sama ibunya. Sendirian. Tanpa si Sitter. Terus gue lanjut lanjut dulu jalan pagi. Konsentrasi ke film Dead Rising: Watchtower yang nemenin gue jalan pagi.

Lhaaa... keasikan jalan sambil nonton selama 1 jam 15 menit, gue lupa deh tuh sama si anak ganteng dan ibunya. Ternyata begitu gue ngeluarin mobil mau menuju pulang, gue liat si ibu dan anak ada di gerbang Taman. Ok, waktunya gue ngomong.

Sambil mundurin mobil, gue buka kaca jendela. Pas deket dengan si ibu muda, gue pun ngomong..

"Mbak, sini deh.."
Terus dia agak ogah-ogahan mau mendekat ke gue. Yaeyalah.. siapa juga ini ibu-ibu nggak kenal maen nyuruh2 sini aja. Gue maklum.

"Ini anaknya yang susternya rambutnya panjang itu ya?"
"Iya bu.."
"Saya mau cerita, tapi minta maaf banget yaa.. bukannya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anaknya. Itu susternya kasar lho. Saya pernah liat dia kasar ke anaknya mbak dan mukul tangannya"
"Demi apa bu?"

Mendengar reaksinya yang nyuruh gue bersumpah demi apa, gue mengernyitkan dahi. I was like, ya udin kalo emang nggak mau terima ucapan gue ya tak apa. Tapi ya masa gue kudu bersumpah.. Sadar gue agak bingung dengan ucapannya, si ibu muda ngelanjutin..

"Maksud saya bu, tadi pagi si susternya itu bilang mau berenti. Dan suami saya itu kayak nyalahin saya. Karena saya terlalu milih-milih, terlalu banyak nggak cocok.. Soalnya si susternya juga bilang katanya saya itu terlalu begini begitu"

"Ogituu.." ya gue cuman bisa bilang itu aja sik..
"Iya bu.. aduh gini.. boleh nggak bu, ibu bicara sama suami saya. Biar dia tau..soalnya dia nyalahin saya.."

I was like..
What? Masa kudu gue yang berhadapan dengan suaminya?

"Minta tolong bu.. dia sebentar lagi juga lewat kok. Lagi muter sekarang. Tolong ya bu.."

I was like..
Ya udahlah yaa.. kalau mau menolong seseorang jangan setengah-setengah.
Terus tiba-tiba Satpam dari samping mobil gue bilang "Bu, parkir dulu aja ya bu, soalnya nanti ada mobil yang mau lewat"

Oiyee gue baru sadar bahwa mobil gue mengisi penuh gerbang taman tempat keluar masuknya mobil. Akhirnya gue parkir.
Gue liat si mamah muda lagi masukin anaknya ke mobil yang parkirnya di depan mobil gue. Dia celingak celinguk nyariin suaminya.

Sambil gue markirin mobil sambil gue mikir. Negative Thingking mungkin. Atau apalah..
Ini suaminya galak kali yaa.. itu istrinya kok sampek butuh gue untuk bicara ke suaminya. Apa kalau si istri yang ngomong, suaminya nggak akan percaya? Why? Itu kan istrinya? Terus.. kalo nanti si suami marah ke gue karena ikut campur, kira-kira gue akan bilang apa ya? I should prepare my words..

Ahelaaaahh...negative thinking aja sik buuuukk. Masih pagi tauuukk.
Etapi kan gue berjaga-jaga ajaaa..
Tetep aja negative thoughts tauuukkk..

Gitulah isi kepala gue saling saut-sautan.

Nggak berapa lama suaminya lewat. Terus diberentiin istrinya (lha kok deskripsinya kayak Metro Mini aja sik pake diberenti2in.. pake lambai2 tangan gitu nggak jeeng ngeberentiinnya? :P)

Dari dalem mobil gue liat si istri melakukan preambule ke suaminya. Nggak tau ngomong apaan. Tapi gue liat si suami sambil ngelecekin dahinya, matanya ngeliat ke gue.

Lalu gue keluar dari mubil. Gue berjalan ngedeketin mereka.
Sambil tersenyum menampakkan gigi-gigi besar gue yang belum disikat, gue berkata ke mereka..

"Pak.. minta maaf nih. Bukannya saya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anak Bapak. Kira-kira bulan Desember saya liat susternya Bapak itu kasar ke anak bapak... blablablabla...." Gue ceritain apa yang gue liat..

"Maaf ya pak kalau kurang berkenan. Tapi saya harus kasih tau. Saya nggak tega sama anak Bapak. Kasian soalnya. Saya tuh kalau urusan anak, nyinyir banget. Mungkin karena anak saya 4 ya pak. Jadi saya nggak tega.."

"Iya nggak apa-apa bu. Terima kasih bu. Terima kasih." Sambil abis itu dia ngeliat ke istrinya. Tatapannya empuk. Mungkin ada perasaan menyesal udah nyalahin istrinya. 

Lalu gue pamit.
Dan di mobil gue merasa, I think I did something good today. I think.

Seandainya semua ibu mau bekerja sama, saling menggunakan mata kita, lihat-lihat di sekitar seandainya ada baby sitter yang kasar ke anak asuhnya, langsung kita info ke ortunya.. mungkin bisa mengurangi baby sitter yang suka seenaknya aja kasar-kasar ke anak asuhnya.

Dia bakal mikir-mikir kalau mau kasar-kasar di muka umum. Ya walaupun nggak menjamin diam-diam dia tetep bisa kasar juga ke si anak kalo pas di rumah. At least, bisa mengurangi.

Dan to (some) husbands,
Stop trying to blame istri kalian kalau memang ada baby sitter atau pembantu mau keluar. Seandainya memang si istri bawel ke mereka krn kerjaan mereka, lha sapa tau itu insting kuat mereka bahwa mereka nggak bagus untuk keluarga kalian. Iiiihh susah amat siik untuk bisa memahami kayak gitu..

Jadi istri itu yang dipikirin tuh banyak tauuukk.
Karena kami itu terlahir untuk multitasking. Banyak hal yang dipikirin. Banyak hal yang dikerjain. 

Entah kenapa, tapi kok ya gue yakin.. kita para istri itu tau kok kapan harus menurunkan standard kita terhadap kekuatan orang belakang (baca: baby sitter dan ART). Kita tau kok. Kita punya alarmnya. Kalau emang kita nggak nyadar, keadaan yang akan bikin kita sadar. It's just about the perfect time aja kok sampek akhirnya sebuah keluarga itu akan mendapatkan orang belakang yang tepat dan cocok. Percaya deh. Gue nggak akan ngomong gini kalau emang nggak gue alamin sendiri.

Akur yaaa?

Kalian gimana teman-teman yang budiman?
Pernah melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan? Reporting bad baby sitter to the parents? Cerita doong di kolom komen pleaseee..

Oiyaa.. gue juga punya instagram yang isinya foto-foto yang kadang asik kadang nggak asik gitu siikk.. Follow yaaa di @YonnaKairupan (twitter juga sama akunnya).

Dan gue juga punya youtube channel yang isinya Video Blog tentang kegiatan gue dan juga pastinya Makeup Tutorial. Subscribe doong pweeasee di mariih..

Thanks guys!

Tuesday, February 9, 2016

Thanks for Your Puisi, Mom

Tadi siang Big Mommy keujanan. Hujannya ngejebak 1 emak dan 3 anak SD di lobi sekolah. Akhirnya... ngapain jugak kejebak di lobi sekolah. Mending seneng-seneng sama krucil deh pas hujan2.

"Kids, your backpacks waterproof, right?"
"Yes, Mom"
"Let's run to the car!"

Dan mereka langsung kesenengan. Kita ngakak-ngakak under the rain. Dan Marshall pun bilang..

"It's always fun kalau sama Mommy!"

Aaahhh... Big Mommy berbunga-bunga!

Namanya juga udah umur yak. Begitu sampek rumah kepala langsung sekong. Masuk angin lah vonisnya. Udah coba dibawa tidur. Pusingnya masih ada.

Lalu.
Minum tolak angin.
Terus rebahan.

Terus di bontot inisiatif mijitin kepala Big Mommy.
Abis itu Big Mommy minta gantian sama Marvell.
Abis itu gantian sama Marshall.

Nah. Tentang Marshall.
Di antara 4 anak, Marshall ini yg jarinya terasa enak untuk mijit-mijit
Emaknya terlena banget. Sempet ketiduran. Bentar. Terus bangun lagi.

Lalu Big Mommy balik badan menghadap ke Marshall. Then we had this lovely conversation.

Btw, we're the Parents calling him Syafiq.

"Syaf, I want you to know something. No matter mau seberapa jeleknya nilai Syafiq di sekolah, I will always love you."

Big Mommy liat mata anaknya mulai berair.

"Listen, I don't want you to be sad kalau nilai-nilainya Syafiq paling kecil dibanding kakak dan adiknya. Don't be sad. Papi Mommy will always love you.."

Lalu anaknya mulai mengalir air matanya.
I just got the feeling bahwa masalah akademis mulai membebani hatinya. I knew it.

"Syafiq itu punya banyak kelebihan. Do you know kelebihanmu apa aja nak?"

"Kelebihan Syafiq apa, Mommy?"

"You have a very good heart. Syafiq selalu baik sama orang lain. Syafiq nggak mau menyakiti teman. Syafiq patuh sama Papi Mommy. Syafiq suaranya bagus.... You'll be a great person!

Yang penting Syafiq tetap jauhi larangan-larangan Allah ya nak. Jauhi narkoba. Jauhi pornografi.

Kalau Mommy marah ketika ngajarin Syafiq, I want you to know, it's not because of you. It's because of me! You know I'm an emotional person. Mommy gampang meledak orangnya. And I need you to remind me.. 'don't be mad at me, Mommy'.. I'm not like your father. He's so good."

"Iya Mommy"

Lalu anaknya meluk Big Mommy nya.
Lalu anaknya nyium Big Mommy nya.

Lalu anaknya bilang..
"Thanks for your puisi, Mom.."

"It's not puisi, darling. It's my nice words for you.."
:)))


Lemonilo di Keluarga Baim Wong

  Baru selesai nonton video Youtubenya Baim Wong dan istrinya Paula. Seneng ya kalo liat ada kesamaan yg dilakukan selebriti dengan kita, r...