They're the treasures.. My strength.. My batteries.. My powers.. My belief in the power of God.. They're my laughters..My Joy.. My everything in life...
Wednesday, January 22, 2020
Anakku Dibully - KOK ADA YA ANAK PEMBULLY? Part 2
Anakku Dibully - KOK ADA YA ANAK PEMBULLY? Part 1
Monday, January 20, 2020
Anakku Dibully - The Story
Wednesday, August 21, 2019
Tips Pilih TK: Faktor Humanisnya
Beberapa waktu yang lalu, di group whatsapp Indonesian Female Bloggers pernah seru dan rame ngebahas tentang apa aja sih yang harus diperhatiin kalo nyari sekolah TK untuk anak. Udah banyak artikel tentang tips milih sekolah yang seliweran di internet, pastinya. Tapi waktu itu Madam hanya tekankan 1 hal pada teman-teman blogger yang saat itu berdiskusi. Dan better dishare di blog ini juga lah yak. Sapa tau berguna kan. Dan sharing ini berdasarkan pengalaman pribadi lho yaa..
Thursday, February 14, 2019
8 dari 10 Anak Kurang DHA dan Omega 3. Apakah Termasuk Anak Kita?
Apa sih DHA ini sebetulnya? Itu adalah singkatan dari DokosaHeksaenoat Acid yang banyak dijumpai pada otak. Bahasa awamnya adalah DHA ini merupakan ‘makanan utama’ untuk otak. Sehingga, kekurangan DHA pada anak akan mempengaruhi kondisi fisik dan kecerdasan anak.
Tuesday, February 5, 2019
Najmah Bertanya: Cowok Naksir
Orang tua itu mungkin saking kebanyakan yang dipikirin, suka ga jelas apa maunya. Ketika anak-anak masih pada kicik-kicik, maunya mereka cepetan gede biar kerempongan hakiki berkurang. Begitu mereka udah pada gede, pinginnya mereka balik kecil lagi.. hanya karena wangi keringat macam buah sawo yang matang siap dimakan sangatlah dirindukan 😄 Yah gitulah para orang tua itu nak, bukan cuman kalian yang kadang ga jelas apa maunya, orang dewasa pun juga bisa..
Suatu malam ketika Madam berduaan di kamar sama si Eneng, tiba-tiba anak bungsu ini melempar pertanyaan..
"Mommy, can I ask you a question? What did you do when some boys like you?"
Tuesday, November 28, 2017
Si Entong (Harus) Kerja
Punya anak banyak, membuat saya dan suami punya 'gaya' tersendiri dalam mendidik anak-anak kami. Sejak kecil kami nggak membiasakan bikin perayaan ulang tahun. Kecuali si Sulung Melvyn. Berhubung cucu pertama, dan waktu itu belum ada adik-adiknya, jadi sempat tiap kali ulang tahun pake perayaan. Itu pun Granny-nya yang bikinin pesta. Tapi begitu bererot anak bertambah jadi 4, diputuskan nggak ada yang namanya perayaan ulang tahun. Kenapa?
"Ya udah, mau jadi talent hantu nggak untuk premiere film Mata Batin? Nanti kamu keluar masuk studionya gitu, bikin kaget orang."
"Iya mau, Mom."
Friday, August 11, 2017
This is Us: Pelajaran dalam Rumah Tangga
Tuesday, August 8, 2017
Anak Pasti Akan Memilih Ibunya
"Gue sedih. Ketika gue pulang ke rumah (dari kerja), anak gue bukannya ngedatengin gue. Tapi malah nyari mbaknya."
Saturday, August 5, 2017
Sebelum Punya Anak, Punya Value Dulu Dalam Keluarga
Saturday, July 8, 2017
Patah Hati Pagi-Pagi
Pagi-pagi sudah patah patah hati. Patah hati yang dicari-cari. Patah hati tapi nyengir-nyengir sendiri. Siapa yang patah hati? Gue dan suami.
Hari ini adalah hari pertama si Sulung masuk sekolah. Sekolah baru. Jenjang baru. SMA. Gue dan suami nganterin dia pagi-pagi ke sekolah barunya. Kebetulan abis itu jadwal padat. Diantaranya beli baju kuntilanak, wig kuntilanak, dan beli kasur baru untuk Tini, mbak barunya The Kairupan. Kegiatan ibu rumah tangga pada umumnya laaahh ini maahh 😋
So, kami antarkan si Sulung ke sekolah barunya. Tadi malam emang udh bilang ke suami:
"Aku mau ikut yaa.. mau foto2 si Sulung di sekolah barunya"
Masuknya jam 7 pagi.
Kami sampeknya jam 6.30. Nggak bisa belok kiri masuk ke area sekolah karena mobil udah berjejer parkir dan jalanan padat karena banyak mobil yang drop off anak-anak sekolah. Suami sayang mutusin parkir darurat di pinggir jalan.
"Perlu bawa uang untuk beli makanan nggak Melv?" Bapake nanya.
"Nggak perlu, Pa. Cuman sebentar kok."
Tapi tetep dikasih uang untuk beli minuman. Lalu suami ngajakin turun.
"Papa mama turun ya?" Kata gue.
"Hah.. turun ma? Kayaknya nggak usah deh ma. Nggak ada yang orang tuanya turun."
"Masa sih? Kamu nggak perlu ditemenin?"
"Nggak ma. Thank you ma. Bye Pa, Ma. Love you!"
Lalu si Sulung keluar mobil dan berjalan cepat menuju sekolahnya.
Kami berdua masih berusaha mencerna situasinya. Lalu suami mulai ngejalanin mobil mau memulai perjalanan selanjutnya. Baru juga jalan 2 meter, kami ngeliat lahan parkir yang diisi mobil-mobil. Ya pastinya itu mobil oramg tua yang nganterin anak-anaknya sekolah kan. Nggak pake mikir-mikir panjang, seolah-olah kayak mendapat panggilan untuk masuk surga, suami langsung ikutan parkir disana. Dan kami sigap berjalan menuju sekolah barunya si Sulung.
Ternyata..
Setelah memasuki gerbang sekolah, area parkir sekolah dipenuhi siswa siswi baru sekolah itu. Area lobby juga penuh. Dan ada orang tua murid juga di area parkir. Kami tidak sendiri kaaaann 😋😋
Kami cari-cari anak tampan dan tinggi menawan di area parkiran. Tapi nggak ada. Di lobby yang penuh anak-anak berdesak-desakan juga nggak ada. Sementara terdengar suara announcement dari speaker sekolah. Kedengarannya kayak ngucapin selamat datang ke para siswa siswi baru dan apapun yang akan mereka kerjakan pagi itu akan segera dimulai.
"Aku telpon Melvyn ah.." suami bergumam. Lalu mulai mendial handphone yang udah ngeletek-ngeletek pinggirannya. Tambeng memang suami gue. Nggak mau banget ganti hp baru sebelum hpnya awarahum.
"Melv, dimana? Papa mama ada di luar nih. Kamu keluar dong..
........
Ah masaaaa nggak bisa keluar? Ini masih banyak yang diluar kok.
.......
Masa sih udh mau mulai?
.......
Oh.. ya udah. Jadi nggak bisa keluar?
.......
Ya udah deh.. Bye sayang.."
Lalu akhirnya kami balik kanan, jalan kaki dengan rapi menuju mobil. Ceritanya patah hati berjamaah suami istri ini. Patah hati yang dicari-cari sendiri. Gimana nggak dicari-cari sendiri coba. Anak bujang jakunnya udah naik turun, masih aja orang tuanya komplit mau ikutan dampingin 🤣🤣🤣
Take that Eric Yonna.. you might wanna face the fact that your son will be ready soon to fly by himself out of his nest
Saturday, July 9, 2016
The Love is Still There: Kaos Kaki
Gue itu kemana-mana kalo keluar rumah pasti pakai kaos kaki. Kaos kaki tipis muslimah itu lho. Nggak perlu lah gue jelaskan mengapa ya. Dan nggak perlu jugalah dipertanyakan mengapanya.
Dan.. dari dulu sampek sekarang.. dengan segala kegiatan gue yang segambreng, dari mulai urusan anak-anak sampek urusan cari duit, salah satu cara gue untuk ngecharge tenaga adalah dengan tidur di mobil. Gue itu orangnya pelor abis dari dulu. Begitu masuk mobil dan mesin mobil nyala, mata gue kayak digelayutin hantu pertanda ngantuk dan dalam hitungan detik bisa langsung.. blek... tidur. Temen-temen kuliah gue sampek ngasih julukan 'Abek' singkatan Anak Bekasi ke gue.. :D
Saturday, July 2, 2016
Es Krim Ekonomis atau Es Krim Bangsawan?
Friday, May 6, 2016
#OneStepAhead: Memantau Tumbuh Kembang Anak
- Setiap hari. Diulang setiap ada kesempatan.
- dalam suasana bermain dan interaktif.
- Penuh kasih sayang dan gembira.
- dengan pola asuh yang otoritatif (demokratik)
- Diberi contoh, dibantu, dan tuntas (selesai).
- penuh pujian dan penghargaan.
Dadaaaah...
Instagram | Twitter | Youtube | Facebook Page | Makeup Artist | Blog Makeup
Saturday, April 2, 2016
CARA MENDIDIK ANAK BEREMPATI
Saturday, March 12, 2016
He's (Always) Taking Care of Me
Ini kejadian beberapa hari yang lalu.
Big Mommy itu paling cepet kalah sama masuk angin kronis deh. Kalo udh kayak gitu, anginnya naek ke kepala. Terus kepala rasanya kayak ditujes-tujes pake obeng.
Itu yang gue rasain beberapa hari yang lalu. Kalo udh kayak gitu, udah ga bisa ngapa-ngapain deh. Kecuali maen henpon.. :P
Sesudah gue ngejemput 3 krucil pulang sekolah, gue cuman bisa rebahan. Terus ketiduran. Nggak pake mangap. Pas bangun sakit kepalanya masih eksis. Deeeeyymm!!
Terus makan malem sama krucil. Jam 5 lewat deh. The pain was still there. Selesai kami dinner, my #SweetMarshall nawarin diri untuk mijitin kepala Big Mommy. This kid has something good going on with his fingers. Enak deh kalo buat mijitin.
Cah Bagus istiqomah mijitin kepala emaknya. Sampek akhirnya Maghrib dan Big Mommy harus shalat. Marshall bilang..
"Your hair is curly Mommy.. (kusut akibat kepalanya dipijit-pijit). Syafiq rapihin dulu ya Mommy.."
Marshall (yang kalau di rumah dipanggil dengan nama Syafiq) pergi ke kamar adiknya untuk ngambil sisir, lalu kembali lagi ke kamar ibunya. Lalu nyisirin rambut Big Mommy. Sampek rapih.
Setelah selesai, Big Mommy ke kamar mandi. Wudhu. Lalu bersiap-siap untuk shalat Maghrib.
Di kamar cuman ada sajadah tipis. Tak apalah. Pakai yang tipis juga tak mengapa.
Tiba-tiba Marshall bergerak keluar kamar. Lalu kembali lagi ke kamar dengan membawa sajadah kecil.
"Tunggu, Mommy.."
Lalu dia melapisi sajadah tipis gw dengan sajadah kecil itu di bagian kepala. Gue cuman berdiri ngeliatin..
"Supaya Mommy kepalanya nggak sakit. Mommy kan lagi sakit kepala.."
That's the way he treats his mother every day.
I guess the father doesn't have to worry about the mother anymore. Coz he got his 3 legacies who knows exactly how to treat their mothers.
Walopun yaaaa sebelumnya...
Mereka tetep aja lari-larian sepanjang rumah dengan suara hiruk pikuk.
Sebar-sebar lego dimana pun mereka hinggap.
But that was their world I had to deal with.. Just like how they had to deal with their mother's world..
Monday, March 7, 2016
Video Yang Bikin Si Sulung Hampir Berantem Di Sekolah
Waktu hari Jumat kemaren dia cerita ke Big Mommy.
Salah satu temannya ngedownload salah satu video keluarga kami yg di youtube, terus dia sebar-sebar ke temen sekelas, dan provokasiin temen2nya yang lain untuk ngetawa2in si kakak.
Melvyn pun emosi. Anak itu langsung dia dorong ke dinding, terus dia tarik kerah bajunya tuh anak. Ini anak sama2 ikut taekwondo sama si kakak.
"Loe ada masalah sama gue? Hah? Ada masalah apa loe hah?"
Terus salah seorang temennya langsung ngingetin Melvyn..
"Udah Vyn, orang kayak gitu nggak pantes diladenin"
Untung si Kakak dengerin temennya. Katanya, si Kakak emosi banget sampek nggak peduli diliatin temen2nya. Lalu terjadilah pembicaraan ibu dan anak sulungnya ini..
"Emang diketawainnya apa kak?"
"Kakak diteriakin sama dia.. anak manja! Anak manja! Anak papa!"
"Terus temen2 yang lain ikutan ngetawain juga?"
"Iya ma.."
"Semuanya?"
"Nggak ma.. "
"Yang kroco-kroco aja kan?"
"Iya.."
"I want to ask you something. What do you think of the video? How do you feel? Is it memalukan? Apa kamu malu kamu ada di video itu?"
"Nggak ma. Tapi Kakak sebel diketawa2in. Dia kayak cari2 celah untuk ngebully kakak.."
"Ok. Kamu harus bisa lihat. Tujuannya dia adalah bikin kamu marah. Kalau kamu marah, dia malah seneng karena itu maunya.
Can't you see bahwa sebetulnya anak itu jealous sama kamu? Kamu sholeh, pintar, ganteng.. Dia berharap sekali untuk menjadi seperti kamu. Tapi nggak bisa. Terus frustasi. Akhirnya cuman bisa ngetawa2in..
Dia pasti bisa liat.. berapa viewsnya video itu. Ratusan ribu lho! Video itu disponsori oleh Coca Cola lho. Dia dan temen2 kamu yang ngetawain.. berharap sekali bisa ditonton banyak orang kayak gitu.."
"Iya ma.."
"Dan you know what? Bisa jadi dia iri sama kamu, karena dia tidak punya orang tua seasik orang tua kamu. Oh look at your father, kak.. He's handsome, orangnya baik, ke anak2nya lucu banget.. walaupun mama sebel sama papamu waktu kemaren itu kasih cerita lucu yang kelewatan ke kalian. Dan kamu kenapa nggak tegur papamu siikk.." (ok.. ini emaknya mulai keluar jalur..)
"Hehehhee.. iya ma.."
"I met his father once. Mama pernah liat bapaknya temenmu itu. Dan mama liat cara dia bicara. Then trust me... he's jealous of you!"
Anaknya senyum. Ganteng deh. Terus gue mulai liat deh ada kumis2 tipis di atas bibirnya.. Waakksss.. bentar lagi brewokan deh nih anak kayak bapaknya!
"Jadi... kamu bisa lihat bahwa sebetulnya video itu nggak memalukan. You can see the bigger picture kan jadinya. Next time, jangan kepancing nak. Dibawa santai aja. Ketawain balik aja.. "
"Iya ma..."
"Fokus sama tujuan kamu sekolah disana ya Kak.. You aim for the bigger purpose! Jangan sampai hilang fokus kak.. tujuan selanjutnya adalah SMA negeri. Ok sayang?"
"Ok ma.."
"I love you so much kak.. and am so proud of you!"
"I love you too ma.. tx ma"
Tuesday, February 23, 2016
Poni Pilu si Entong
Mumpung ada bapaknya, kemarenan itu akhirnya gw minta the father took the boys utk potong rambut. Emaknya? Nikmatin tidur di rumah.
Lagi di tengah2 tidur, si sulung nepon. Lapor kalo si entong nangis krn si Asep tukang cukur motong poni dia kependekan. Dengan mata yg berat banget, gue bilang ke kakak "Kak, I'm sure your father can handle it.. Mama lagi tidur sayaang.."
And yes.. I was that exhausted. Just in case you judge me from what I was doing.. 😁
Lanjut lagi tidurnya doong..
Begitu Big Mommy kebangun, yang langsung gue inget adalah si Entong. Eh gimana kelanjutannya yaa..
Begini cerita bapaknya:
Marvell itu maunya poninya itu panjangnya tepat di atas alis. Karena emang itu anak kan demennya nyisir poninya ke pinggir. Kadang suka dia gaya-gayain nyisirnya pake sisir yang (hampir) selalu dia bawa kemana-mana.
Tapi Asep motongnya kependekan. Bad Asep! Nakal Asep!
Kesel lah Marvell. Dari abis dipotong rambutnya sampek pulang, itu anak nangis-nangis rewel gitu di salon. Itu nggak sebentar lho.. krn harus nunggu Marshall, Melvyn dan Ayah juga yang potong rambut.
Si entong marah-marah.. "masa orang dewasa bisa lupa!!!" Ketika si Asep minta maaf dengan alasan dia lupa bahwa poninya jangan dipotong pendek.
Fatwa keluar sudah. Si Entong nggak mau lagi dipotong rambutnya sama Asep. Ouuucchh.. Lagian Asep siiikkk aaaaahh....
Lalu gw panggil si Entong ke kamar. Dan dia masuk dengan keadaan seperti di foto!! Asliiikk.. terus Big Mommy yang galau.. mau kesian atau mau ketawak niihh. Ok.. aku kan ibu-ibu sempurna, jadi kuputuskan bertindak bijak.
"What happened? Kok pake shower cap?"
"Aku ga suka rambutku, Mommy.." mukanya sedih. Nada suaranya pilu. Air matanya siap ngalir lagi.
"I know the story.. lemme see your hair"
I know how to handle this little man. Pikir gue.
Pelan-pelan dia buka showercapnya.
Dan gue aturlah intonasi dan mimik yang sempurna untuk adegan ini..
"Woooww... ganteng banget!!" Dengan gesture tubuh yang terhenyak gitu deh..
"Maasya Allah gantengnyaaa... kamu jadi kayak anak bule gitu naaakk... bagus kok! Ganteng banget!"
"Tapi poninya kependekan Mommy. Aku nggak mau.."
"Yeah I know you don't like it. But this is not bad! Ganteng banget malaahh.."
"Iya.. tapi aku nggak suka"
"Yeah i know. Emang Asepnya juga salah. Tapi ini ganteng banget. Kayak anak bule!" Mata gue bikin pollll berbinar-binarnya.
Lalu.. seperti yang sudah bisa gue tebak.
Si Entong air matanya nggak jadi ngalir.
Raut wajahnya masih sedih sik.
Tapi gue liat lobang idungnya mulai membesar.
Terus nahan-nahan senyum.. lalu bilang..
"Thanks Mom!"
Terus udah deh. Beres.
***********
Beberapa saat kemudian. Dengan tenang Marshall masuk kamar. Dengan rambut yg udh dicukur rapi model cepak.
"Hi Syaf.. you look so handsome!"
"Ow.. thanks mom!"
Yang satu ini sik adem-adem aja. Nggak terlalu rese masalah penampilan. Beda sama #AnakItuAdalahMarvell
Friday, February 12, 2016
I Did Something Good Today. I Think.
Tuesday, February 9, 2016
Thanks for Your Puisi, Mom
Tadi siang Big Mommy keujanan. Hujannya ngejebak 1 emak dan 3 anak SD di lobi sekolah. Akhirnya... ngapain jugak kejebak di lobi sekolah. Mending seneng-seneng sama krucil deh pas hujan2.
"Kids, your backpacks waterproof, right?"
"Yes, Mom"
"Let's run to the car!"
Dan mereka langsung kesenengan. Kita ngakak-ngakak under the rain. Dan Marshall pun bilang..
"It's always fun kalau sama Mommy!"
Aaahhh... Big Mommy berbunga-bunga!
Namanya juga udah umur yak. Begitu sampek rumah kepala langsung sekong. Masuk angin lah vonisnya. Udah coba dibawa tidur. Pusingnya masih ada.
Lalu.
Minum tolak angin.
Terus rebahan.
Terus di bontot inisiatif mijitin kepala Big Mommy.
Abis itu Big Mommy minta gantian sama Marvell.
Abis itu gantian sama Marshall.
Nah. Tentang Marshall.
Di antara 4 anak, Marshall ini yg jarinya terasa enak untuk mijit-mijit
Emaknya terlena banget. Sempet ketiduran. Bentar. Terus bangun lagi.
Lalu Big Mommy balik badan menghadap ke Marshall. Then we had this lovely conversation.
Btw, we're the Parents calling him Syafiq.
"Syaf, I want you to know something. No matter mau seberapa jeleknya nilai Syafiq di sekolah, I will always love you."
Big Mommy liat mata anaknya mulai berair.
"Listen, I don't want you to be sad kalau nilai-nilainya Syafiq paling kecil dibanding kakak dan adiknya. Don't be sad. Papi Mommy will always love you.."
Lalu anaknya mulai mengalir air matanya.
I just got the feeling bahwa masalah akademis mulai membebani hatinya. I knew it.
"Syafiq itu punya banyak kelebihan. Do you know kelebihanmu apa aja nak?"
"Kelebihan Syafiq apa, Mommy?"
"You have a very good heart. Syafiq selalu baik sama orang lain. Syafiq nggak mau menyakiti teman. Syafiq patuh sama Papi Mommy. Syafiq suaranya bagus.... You'll be a great person!
Yang penting Syafiq tetap jauhi larangan-larangan Allah ya nak. Jauhi narkoba. Jauhi pornografi.
Kalau Mommy marah ketika ngajarin Syafiq, I want you to know, it's not because of you. It's because of me! You know I'm an emotional person. Mommy gampang meledak orangnya. And I need you to remind me.. 'don't be mad at me, Mommy'.. I'm not like your father. He's so good."
"Iya Mommy"
Lalu anaknya meluk Big Mommy nya.
Lalu anaknya nyium Big Mommy nya.
Lalu anaknya bilang..
"Thanks for your puisi, Mom.."
"It's not puisi, darling. It's my nice words for you.."
:)))
Lemonilo di Keluarga Baim Wong
Baru selesai nonton video Youtubenya Baim Wong dan istrinya Paula. Seneng ya kalo liat ada kesamaan yg dilakukan selebriti dengan kita, r...
-
Sebut saja namanya Atun.. lagi setengah hati menjiwai menyanyikan lagu Korea yang lagi dia puter di Youtube. Merem melek dia nyanyinya....
-
Kemarin Big Mommy pergi ke Subang, barengan sama Leader juga untuk kasih pembinaan bisnis luarbiasaku di http://bossluarbiasa.com/?id=yonna ...
-
Minggu lalu saya dapet undangan Bicara Gizi Bersama Masako dengan topik utama yaitu Strategi Penurunan Berat Badan Anak Gemuk. Yang aka...
















