Showing posts with label 4 kids. Show all posts
Showing posts with label 4 kids. Show all posts

Tuesday, February 9, 2016

Thanks for Your Puisi, Mom

Tadi siang Big Mommy keujanan. Hujannya ngejebak 1 emak dan 3 anak SD di lobi sekolah. Akhirnya... ngapain jugak kejebak di lobi sekolah. Mending seneng-seneng sama krucil deh pas hujan2.

"Kids, your backpacks waterproof, right?"
"Yes, Mom"
"Let's run to the car!"

Dan mereka langsung kesenengan. Kita ngakak-ngakak under the rain. Dan Marshall pun bilang..

"It's always fun kalau sama Mommy!"

Aaahhh... Big Mommy berbunga-bunga!

Namanya juga udah umur yak. Begitu sampek rumah kepala langsung sekong. Masuk angin lah vonisnya. Udah coba dibawa tidur. Pusingnya masih ada.

Lalu.
Minum tolak angin.
Terus rebahan.

Terus di bontot inisiatif mijitin kepala Big Mommy.
Abis itu Big Mommy minta gantian sama Marvell.
Abis itu gantian sama Marshall.

Nah. Tentang Marshall.
Di antara 4 anak, Marshall ini yg jarinya terasa enak untuk mijit-mijit
Emaknya terlena banget. Sempet ketiduran. Bentar. Terus bangun lagi.

Lalu Big Mommy balik badan menghadap ke Marshall. Then we had this lovely conversation.

Btw, we're the Parents calling him Syafiq.

"Syaf, I want you to know something. No matter mau seberapa jeleknya nilai Syafiq di sekolah, I will always love you."

Big Mommy liat mata anaknya mulai berair.

"Listen, I don't want you to be sad kalau nilai-nilainya Syafiq paling kecil dibanding kakak dan adiknya. Don't be sad. Papi Mommy will always love you.."

Lalu anaknya mulai mengalir air matanya.
I just got the feeling bahwa masalah akademis mulai membebani hatinya. I knew it.

"Syafiq itu punya banyak kelebihan. Do you know kelebihanmu apa aja nak?"

"Kelebihan Syafiq apa, Mommy?"

"You have a very good heart. Syafiq selalu baik sama orang lain. Syafiq nggak mau menyakiti teman. Syafiq patuh sama Papi Mommy. Syafiq suaranya bagus.... You'll be a great person!

Yang penting Syafiq tetap jauhi larangan-larangan Allah ya nak. Jauhi narkoba. Jauhi pornografi.

Kalau Mommy marah ketika ngajarin Syafiq, I want you to know, it's not because of you. It's because of me! You know I'm an emotional person. Mommy gampang meledak orangnya. And I need you to remind me.. 'don't be mad at me, Mommy'.. I'm not like your father. He's so good."

"Iya Mommy"

Lalu anaknya meluk Big Mommy nya.
Lalu anaknya nyium Big Mommy nya.

Lalu anaknya bilang..
"Thanks for your puisi, Mom.."

"It's not puisi, darling. It's my nice words for you.."
:)))


Monday, February 2, 2015

Revolusi Mental Orang Tua. Versi Gue.


I learn a lot from my kids.
Especially I learn a lot from my eldest. Karena selalu ada 'kasus' baru kalau sama si Sulung. Terus nanti pas ngadepin adik2nya jadinya udah lebih smooth.

Si sulung untuk pertama kalinya ikutan turnamen taekwondo. Dan hanya dari 1 event ini, gw bisa belajar banyak. Inilah beberapa diantaranya.. yang menunjukkan bahwa Revolusi Mental diperlukan banget oleh orang tua di Indonesia. 

=======

Aaarrgghh... this was the hardest lesson.
Begitu gue tau si Sulung mau ikutan turnamen, pertanyaan pertama gue ke dia adalah:

"Are you sure? Are you ready?"

Dan dia jawabnya yakin banget.. dengan YES.

Sebetulnya.. pertanyaan itu adalah untuk diri gue sendiri.
Sebetulnya yang nggak ready itu adalah gue.
Hati gue ngilu ngebayangin anak gue tendang-tendangan.
Kena perutnya. Kena kepalanya. Kena mukanya.

Tapi ya gue harus belajar. That was a huge step for me.

Begitu hari H-nya.. gue bener2 nervous. Mulut gue berasa kering. Senewen. Suami sampai gue larang untuk nelpon2 karena gue senewen.
Dan gue harus bersikap cool and calm di depan anak2.
Aaargghh.... aren't mother the best actors? :D

But I did it. I was awesome. I guess.
Diluar jeritan2 macam orang kesurupan pas si Sulung lagi tanding.
I was still awesome.
Next time I'll be calmer. I'll be cooler.

Revolusi mental pertama.
Revolusi mental selanjutnya..
Ini diluar diri gue.

Pertandingan udh dimulai.. beberapa partai udh jalan. Di salah satu arena, ada anak sekitaran umur 8 thn tanding. Salah satunya jatuh dan lututnya keinjek lawan. Kesakitan. Nangis.

Bapak2 yg dari tadi berisik di belakang gue dgn logat Sumatranya langsung ngakak ngetawain kenceng banget dan bilang ke anaknya yg umurnya sekitar 8 thn juga:

"Bwahahahaha... nangis! Masa gitu aja nangis.. ahahahhahaa... liat tuh!" Sambil nyikut anaknya.

Gue nengok ke belakang dan spontan bilang: "ya ampun.. kok diketawain sih"

Najmah nanya: kenapa Mommy?

Dengan lantang dan gue tau itu bapak ngeliatin dan dengerin gue, gue pun bilang:

"Sangat tidak baik ya sayang kita menertawakan orang yg sedang kesakitan. Apalagi anak kecil. Secara moral, kelakuan itu buruk sekali.."

Then I don't  hear his laughter anymore..

I mean.. GOD.. really??
Seorang bapak. Berumur matang. Berperilaku seperti itu di depan anaknya?
Dan thanks to him.. gue jadi punya perfect examples yang nyata di depan mata untuk anak2 gue. Mereka jadi tau bahwa orang kayak gitu ada. Mereka bisa belajar dari seorang ayah perilaku yang memalukan.

Revolusi Mental selanjutnya yang diperlukan orang tua Indonesia:
Gue duduk diantara orangtua2 dari sebuah club taekwondo. Kebanyakan dari mereka logat Sumatra. Salah satu anak cowok dari club tersebut udah kelar tanding. Sekitar umur 8-9 tahun. Kalah.

Kecewa keliatan banget dari wajahnya. Gue bisa rasain gimana perasaan di dalem hatinya, kudu balik ke tempat duduk dia yang penuh dengan para orang tua dan juga teman2nya.

Begitu dia sampai di tempatnya, seorang wanita yang gue asumsikan adalah ibunya bilang:

"Kalah? Yeeeee... itulah.. kamu itu kurang fokus.." sambil kasih senyuman seringai yang gue ngeliatnya kesel banget. Gue yang nggak ikut tanding, nggak ngerasain kalah, gue aja eneg banget liat senyumnya.

Terus gue liat ke anaknya. Dia nunduk sambil rahangnya sedikit gerak2. Dia menahan emosi nampaknya. Terus dia duduk. Seorang ibu ngasih dia makanan KFC. Dan ibu2 lain ada yang nanya juga: "gimana? menang? kalah?"

Wanita yang gue asumsikan ibunya langsung jawab: "kalah.. abisan.. dia itu kurang fokus!"

Mothers... did you really have to do that?
Apa perasaan loe udah mati hanya untuk bisa ngerasain apa yang ada di hati anak loe?

Disini gue udah mendapatkan pengingat duluan.. tentang apa yang harus gue lakukan ketika anak gue kalah nanti. Ataupun menang.

Hargai perasaan anak. Rangkai kata-kata yang benar.
Sesuatu yang emang gue pun masih harus belajar banyak.

Oke.. Revolusi Mental selanjutnya:

Masih tentang salah satu orang tua dari klub yang sama.
Dia punya 3 anak yang tampangnya bule2. Cowok semua. Ikutan tanding semua.

Anak pertama kayaknya udah SMA. Atau mungkin kuliah. Namanya Michael.
Anak kedua sekitar umur 10 thn. Namanya Shane.
Anak ketiga sekitar umur 8 thn. Gue nggak tau namanya siapa. Kayaknya Jeremy deh.

Anak ketiganya tanding duluan. Kalah.
Gue bisa denger pembicaraan si anak dengan salah satu ibu2 yang nanyain dia menang atau kalah..

"(aku) kalah. Abisan lawannya nggak seimbang. Dia lebih tinggi gitu."

Terus ibunya datang. Dan membahas kekalahan anaknya dengan ibu2 yang lain.. ucapannya pun sama. Bahwa lawan anaknya nggak seimbang.

And I saw the fight. It was a fair one. Tinggi mereka sama. Hanya saja lawannya itu lebih agresif.

Anaknya yang kedua tanding. Menang.
Menang bukan karena dia berhasil mengalahkan lawan. Tapi karena lawannya nggak hadir. Jadi menang.
Nggak ada pembahasan apa2 dari si ibu tentang hal ini.

Anaknya yang pertama tanding. Gue nggak liat fightnya. Kalah.
Anaknya sih diem aja. Gue emang liat anaknya yang pertama ini karakternya emang pendiem. Nggak banyak ngobrol. Dia sibuk dengan tab, handphone dan earphonenya aja. Nggak merhatiin pertandingan2 yang berlangsung.

Dan gue liat ibunya membahas kekalahan anaknya dengan ibu2 yang lain.
Ucapannya juga mengacu bahwa lawan anaknya nggak sepadan.

Ow God.. really?
Sampai kapan kita sebagai orang tua harus menyalahkan faktor luar untuk sebuah kegagalan yang dilakukan anak kita?
Terus jadinya kapan dong pikiran kita mau terbuka untuk meng-scanning apa yang harus dibenahi dalam diri anak kita?

Dan kejadian ini adalah reminder yang berharga banget untuk gue. Gue bener-bener bisa melihat dari sisi luar, what it looks like to the parents and also to the children.

Being a parents itu emang nggak ada sekolah khususnya. Satu-satunya cara adalah kita harus mau membuka hati dan pikiran kita untuk belajar dari sekitar.. dan yang terpenting adalah belajar dari anak kita.

Dan ya... postingan ini adalah semata-mata untuk gue yang masih harus melakukan revolusi mental sebagai orang tua.

Friday, May 30, 2014

Be The Master.. for Yourself


Tadi malem gue nonton Master Chef US. Yup. Ngikutin si sulung lagi. Harus gue akuin bahwa tontonan si Sulung itu lebih berbobot daripada tontongan emaknya :P

Dan.. I was amazed ngeliat salah satu kontestan Natasha yg diberi gambaran bahwa dia akan tereliminasi. Dan gue sukaakk banget dengan gayanya ketika dia bilang:

"I'm not ready to go back"

Sangat percaya diri.
Sangat keukeuh.
So genuine.
Sangat asli dari dalam diri dia sendiri.
Nggak sandiwara. Nggak acting.

Didikan ortu luar negri memang ada yang patut kita tiru. Bagaimana mereka fokus membimbing anak2 mereka utk menjadi anak yang percaya diri. Apa adanya. Menjadi diri sendiri. Ekspresif.

Hal2 tersebutlah yang juga gue terapin ke 4 krucil gue dirumah. Semoga bimbingan ini diridhoi Allah. In syaa Allah...

Friday, February 7, 2014

How I Value Myself..


(Tulisan versi bahasa Indonesia-nya ada di bagian bawah yaa)

This is how I value myself..
Positive people will see it like 'it's true, Yonna.. I feel the same way'..

Negative people will see it like 'songong banget loe! Astaghfirullah.. sombongnya! Hidih... pingin banget tampil! Sialan.. ngambil alih kerjaan gw!' Or another negativities…

But the main reason I write this is for the great reminder for myself when the storm comes :)

Let me shoot now..

I don't have a big house..
But I have a great husband with a big heart.
And that's why I don't care about other's wealth...

I don't have much money..
But I have 4 wonderful funtastic kids who will always fulfill me with joy and happiness.. Allah always fulfill what we need because I have them beside me. That's a lifetime guarantee. In syaa Allah.
That's why I don't care about other's big fat wallet..

I don't have a luxurious car..
But I have the best assistant in the world so I can keep running here and there doing my own things...
That's why I don't care about other's sparkling 4 wheels..

I don't have perfect curve body..
At least I did.... :P
But I have a beautiful face ready to smile to my husband and kids.. (every woman is beautiful, right my wonderful readers?)
That's why I don't care about Kim Kardashian's curve.. #LiarDetected :)))

I don't have a good temper..
But I have a great sense of humor to be given to those who deserve it. And.. the bad temper also goes to the ones who deserves it :D

I don't have a fixed steady job..
But I have my brain which can think smartly.. and I have my two hands and Allah provides me with skills in almost everything, which in syaa Allah can make me survive in this world.
Giving the best for those I love the most..
And that's why I don't care about other's good job.. and in syaa Allah I never feel threatened with other's existence.

When people say 'your existence creates problems'..
I would say..
"Screw you! My existence is detecting some pain in the as* people who should be healed or kicking away..so proper actions can be made.. so my surrounding will be cleaned from Mess Makers. Only the good ones remains.

When people say.. 'you bypass my authority'
I would say...
'That's because I saw you didn't do what you should do. I did that for the sake of everybody. Then who's the problem here?? Then be smart! Do what you have to do. Say what you have to say. Be creative! Be pro-active!'

When people say 'you're stubburn! You're stonehead!'
I would say..
"That's exactly one of my strength! That's why I have a strong opinion. I always stand up for my words. Because of my stone-head..I never go where the wind blows. Like most people would do..

When people say 'I pity your hubby for having you..'
I would say..
I'm his best councillor
I'm his best debate partner
I'm his bestfriend
I'm his girlfriend
I'm the mother of his 4 kids
I'm his best commentator
I'm his best reminder..
I'm his joker
I'm his best secretary
I'm his bitch on the bed..
That's why he's having a very colorful life with me. So who you should be pity for? Mine or yours?

When people say 'you're so lucky to have your husband'
I would say..
We are so lucky to have each other. My husband is the luckiest man alive in this world for having me. All those points above can really tell you why.

When people say 'you're not a good mother'
I would say..
I'm a mother to my 4 kids. Not to you. So my kids are the ones who can judge me.
Being a good mother is not my intention..
Make them laugh outloud..is my intention.
Make them happy.. is my intention.
Make them feel safe.. is my intention.
Make them feel comfort.. is my intention
Make them feel secure when they're with me.. is my intention.
Make them the kids with good personalities... is my intention
Make them the kids who will always taqwa to Allah SWT.. is my intention..
Wait... should I name them all? All of my good intentions? :D

When people say 'so many people hates you'
I would say..
And so many people loves me so much. I don't care about those who hate me. They don't deserve my energy.
At least I have my family and my true friends who really care and understands me.. other than that are just accessories..

So.. feel free to judge me..
But whatever your comments are.. it won't change the way I value myself. If you think I'm too arrogant, then please pray for me so that Allah will help me to change the way I am.. Amin.

=============

Gue mau share tentang cara gue menilai diri gue.
Orang-orang yang positif biasanya akan bereaksi: "bener banget, Yon.. gue juga kayak gitu"

Orang-orang yang negatif ya reaksinya bakalan "songong banget loe! Astaghfirullah… sombongnya! Hidih.. pingin banget tampil! Sialan.. ngambil alih kerjaan gue!" atau yang negatif-negatif lainnya..

Tapi alasan utama gue menulis ini adalah sebagai pengingat terbaik untuk diri gue, ketika ada 'badai' datang..

Oke.. gue langsung aja yaa

Gue nggak punya rumah yang besar..
Tapi gue punya suami yang luarbiasa yang berhati besar.
Makanya gue ga peduli sama kekayaan orang lain..

Gue nggak punya banyak uang..
Tapi gue punya 4 anak yang subhanallah luarbiasa.. yang akan selalu ngisi hari2 gue dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Allah akan selalu mencukupi kebutuhan keluarga gue karena ada mereka di samping gue.. Itu adalah jaminan seumur hidup.
Makanya gue nggak peduli sama dompet gendut orang lain..

Gue nggak punya mobil yang mewah..
Tapi gue punya asisten rumah tangga yang paling bagus di dunia.. sehingga gue bisa lari kesana kemari ngerjain segala urusan gue.
Makanya gue nggak peduli sama kereta kuda orang lain..

Gue nggak punya body yang aduhai..
Yaahh… setidaknya dulu pernah laaahh :P
Etapi gue punya wajah cantik yang selalu siap untuk senyum ke suami dan anak-anak gue.. (semua wanita itu cantik yaakk para pembaca yang budiman)
Makanya gue nggak peduli sama badan kecenya Kim Kardashian.. #BoongBanget :))

Gue gampang marah..
Latapi gue bisa ngelucu untuk orang-orang yang emang pantes mendapatkan humor gue.. Dan kemarahan gue yang menggemaskan itu juga untuk mereka yang pantes ngedapetinnya aja kok..

Gue nggak punya pekerjaan yang tetap..
Tapi gue punya otak yang bisa berpikir secara cerdas.. dan gue punya 2 tangan dan Allah memberikan gue kemampuan hampir di semua bidang, yang in syaa Allah bisa membuat gue bertahan di dunia ini. Memberikan yang terbaik buat orang-orang yang gue cintai banget.
Makanya gue nggak peduli dengan pekerjaan orang lain yang cemerlang… dan in syaa Allah gue nggak akan merasa terancam dengan keadaan orang lain.

Ketika orang bilang 'kehadiran loe bikin masalah deh'
Gue akan bilang..
"EGP! Kehadiran gue mendeteksi orang2 konyol yang harus dibenerin atau disingkirin.. Jadi tindakan yang tepat bisa dilakukan. Jadi lingkungan tempat gue berada bisa bersih dari pembuat masalah. Hanya yang bagus-bagus aja yang akan tersisa.

Ketika orang bilang.. 'loe ngelangkahin gue'
Gue akan bilang…
'Itu karena loe nggak ngelakuin apa yang harusnya loe lakukan. Apa yang gue kerjain adalah untuk kepentingan bersama. Jadi yang jadi masalah siapakah disini? Cerdas dikit lah! Lakukan apa yang loe harus lakukan. Ngomong apa yang harus loe omongin. Kreatif! Pro-aktif!'

Ketika orang bilang 'loe keras kepala ya.. loe kepala batu!'
Gue akan bilang..
'Itulah salah satu kekuatan gue! Makanya gue punya pendapat yang kuat. Gue akan memperjuangkan kata-kata gue. Karena gue kepala batu.. gue nggak gampang digoyang orang lain. Gue nggak pergi kemana angin bertiup.. seperti kebanyakan orang2 lainnya..

Ketika orang bilang 'gue kasian deh sama suami loe karena punya loe'
Gue akan bilang..
Gue adalah penasihat beliau yang terbaik.
Gue adalah partner debat beliau yang terbaik.
Gue adalah sahabat beliau.
Gue adalah pacar beliau.
Gue adalah ibu dari 4 anak beliau.
Gue adalah tukang komentar terbaik buat beliau
Gue adalah pengingat beliau yang terbaik
Gue adalah pelawaknya beliau
Gue adalah sekretaris beliau yang terbaik
Dan gue adalah.. his bitch on the bed (ini ga asik soalnya kalo diterjemahin :P)
Makanya suami gue bisa punya kehidupan yang berwarna warni sama gue.
Terus..terus.. yang harus loe kasihani akhirnya siapakah? Suami gue atau suami loe?

Ketika orang bilang 'loe beruntung banget punya suami kayak gitu'
Gue akan bilang..
Kami sangat beruntung satu sama lain.
Suami gue adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena punya gue. Poin-poin diatas udah ngejelasin kan kenapanya.. :P

Ketika orang bilang 'loe bukan ibu yang baik'
Gue akan bilang..
Gue adalah ibu untuk 4 anak gue. Bukan untuk loe.
Jadi.. anak-anak gue lah yang pantas memberikan penilaian.
Menjadi ibu yang baik bukanlah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ketawa lepas… adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue bahagia.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa aman.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa nyaman.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa terlindungi ketika bersama gue.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue menjadi anak2 dengan kepribadian yang bagus.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue menjadi anak yang taqwa kepada Allah.. adalah tujuan gue.
Eh tunggu deh.. nggak perlu gue sebutin semua kan yaakk? :P

Ketika orang bilang 'banyak lho orang yang nggak suka/benci loe'
Gue akan bilang..
Lebih banyak lagi orang yang mencintai/suka sama gue. Gue nggak peduli sama mereka yang benci gue atau nggak suka sama gue. Mereka nggak pantes lah dapetin energi gue.
Setidaknya gue punya keluarga gue dan temen-temen sejati gue yang beneran peduli dan ngerti gue. Yang lainnya cuman penghias aja sik..

Jadi.. silahkan aja menilai gue..
Tapi.. apapun komentar loe, in syaa Allah nggak akan mengubah cara gue menilai diri gue sendiri. Kalau loe berpikir gue terlalu sombong, mohon doain gue aja yaaakk.. Semoga Allah bisa melembutkan hati gue.. dan membantu gue untuk mengubah kejelekan2 diri gue sendiri.. Amin.

Monday, January 27, 2014

TOUGH TIME FOR THE KAIRUPAN


Mulai dari tadi malem sampe kedepannya adalah tough time untuk The Kairupan sepertinya :( Apa pasal?

Gini lhoo.. kami itu kan keluarga yang ngeringkel banget yaakk.. Nah tiba2 kami harus menghadapi fase baru. Ayah harus kerja keluar kota selama 6 bulan. Sebulan sekali pasti pulang sik. Tapi tetap aja ini sebuah perubahan yang gede banget buat keluarga kami.

Figur Ayah itu selalu ada di depan mata krucil tiap harinya. Yang sering pergi2 kemarenan itu kan Big Mommy. Nah giliran bapake yang harus away… dan rada lama pula.. jadinya pan rada gagap yaak keluarga kami ini.

Big Mommy bilang ke Ayah tadi malem, bahwa lebih baik diberitahukan segera ke anak2. Soalnya gue concern sama si bontot yang Daddy's Lil Girl banget. Kalau dikasih taunya dadakan takut Najmah nggak bisa handle perasaannya.

Akhirnya tadi malem Ayah ngomong. Big Mommy sempet videoin sik. Tapi masih nggak tega untuk ngupload, karena gue sendiri aja masih sedih banget liat ekspresinya Najmah :(

Najmah dan Marshall yang langsung keliatan sedihnya. Dua2nya barengan ngalirin air mata. Kalau Marvell air matanya cuman ngembeng doang.

Dan nggak berapa lama dia bilang:
"Kalau aku nggak nangis, mommy. Soalnya aku tau kita mau dapat uang banyak.." Amiiiin…

Kakak berusaha banget nahan air matanya. Sampek mukanya merah. Tapi akhirnya nggak tahan juga dia. He's his father bestfriend. So it'll be hard for him too..

Marshall dan Najmah akhirnya meluk bapaknya kuat-kuat. Dan lamaaaa banget buat kami untuk nenangin mereka. Kami emang sengaja biarin mereka ngeluarin semua sedihnya. Malahan saat tidur pun Najmah masih mewek :'(

My heart was broken last nite.
Walopun hati gue rasanya kesayat-sayat liat anak2 sedih yang amat sangat.. gw pan harus keliatan tenang di depan mereka. Ga mau mereka mikir bahwa mereka akan stay sama ibunya yang rapuh juga..

And this morning…
3 krucil Marshall Marvell Najmah mewek di sekolahan. Pas udah di kelas, Marshall malah minta mau peluk papanya dulu sebelum dia mulai belajar. Akhirnya gw minta izin deh sama wali kelasnya.. minta waktu 5 menit buat Marshall ketemu Papanya.

Kebetulan Ayah harus berangkat ke Bali juga hari ini sik.. Hari Rabu udah di Jakarta lagi..

Well.. it's gonna be tuff for the Kairupan. But I know we can make it. Because we are special.. Amiin..

Monday, January 6, 2014

Kejadian Hari Pertama Sekolah di Semester Genap

Hari pertama sekolah di semester genap ini..
Sebetulnya agak ogah2an siik.. soalnya tadi malem pan The Kairupan pulangnya malem.
Tapi.. mau nggak mau keinginan bolos nggak bisa terlaksana karena si bontot protes. Dia nggak mau bolos. Maunya tetep sekolah aja.

Tadi malem itu krucil tidur jam 11an. Emak bapaknya tidur jam 2 pagi.
Dan jam 6 pagi bapake udah harus meluncur nganter mereka sekolah. Ow maann.. that must be hard.
Just before I put myself back to sleep, I sent this message to my hubby.. 


And ow cwaaappp...
Berat bener rasanya mau ngegerakin badan utk mulain ngerjain ini itu yaa..
Udah coba-coba mancing dengan nulis-nulis semua ide yang ada di kepala, tapi tetep aja badan rasanya kayak nggak punya tulang punggung. Maunya gelendotan sama kasur aja.

Nah..nah..nah..
Begitu pulang sekolah.. dapet laporan dari Bapake.

Marshall tadi bikin nangis temennya Najmah.
Maksud hati si Sweet Boy mau ngegodain doang dengan bawa kabur lunch boxnya temennya Najmah.. terus dilanjutkan dengan pura2 itu lunch box mau dilempar ke lantai bawah. Ya ciutlaahh anak orang.. akhirnya temennya Najmah nangis. Marvell (pula yang) langsung ngadu ke wali kelasnya Najmah. Akhirnya Marshall ditegur baik2.
Si sweet boy udah minta maaf duluan ke temennya Najmah itu.
Gue juga begitu denger beritanya langsung sms ortunya temennya Najmah. Minta maaf. Delivered. Tapi nggak dibales.

Nah terus si cah bagus sedihnya berkelanjutan. Ho oohh.. Marshall ngerasa sedih karena udah bikin nangis anak orang dan kena tegur ibu guru. Yaelaaahh ntoong.. alus amat perasaannya siikk.. :))

Sementara si kemburnya ini niiihh... si den Marvell..
Gue denger Eha kaget ngeliat tas kosongnya Marvell.
Jadi si entong pulang sekolah cuman bawa tas kosong doang dan lunch box kosong!!
Kemana buku-bukunyaa???

"Ada di bawah meja, mom.. Aku lupa"



Sekitar Maghrib.. itu anak ternyata malah ketiduran sambil main. Macam orang yang terlalu sibuk lagi bikin disain tata kota permintaan Gubernur ajaaaaa...

Saturday, January 4, 2014

Kapan Pintarnya….

Scenery 1:

Ini kejadian beberapa tahun yang lalu. Sekitar tahun 2010.
Waktu itu gw lagi bawa 4 anak main-main di playland di Plaza Pondok Gede.
Duduklah Big Mommy sambing ngangon anak-anak main.

Sambil duduk gue liat Marshall lari-lari kecil excited mau ngambil sebuah mainan mobil2an yang ada di pojokan. Mobil-mobilan yang si anak bisa masuk ke dalam mobilnya dan bisa nyetir itu mobil.
Sebelum Marshall sampek ke itu mobil-mobilan, seorang anak kecil laki-laki yang menurut penglihatan gue seumuran juga sama Marshall, langsung lari menuju mobil yang dituju.

Marshall jadinya ngebatalin niatnya untuk mainin itu mobil-mobilan. Dan balik badan lalu nyari mainan lain. Anak kecil laki-laki itu didampingin bapaknya yang duduknya nggak jauh dari itu anak. Bapaknya senyum. Senyum ke anaknya.

Terus ada mainan motor-motoran, dimana si anak bisa naikin itu motor dan ngendarain motornya di playland itu. Gue liat Marvell menuju motor itu. Lari-lari kecil dengan wajah excited juga. Dan sebelum Marvell nyampe ke itu motor-motoran, anak kecil laki-laki tadi langsung buru-buru keluar dari mobil-mobilan dan duluan naikin motor-motoran yang posisinya nggak jauh dari tempat dia main mobil-mobilan.

Bapaknya itu anak ngeliat kejadian itu. Dan senyum ke anaknya.
Dan Marvell gue liat udah sibuk nyari mainan lain. Something was not right, itu yang ada di pikiran gue.

Beberapa saat kemudian, gue liat anak laki2 itu lagi sibuk main di area lain. Gue liat mobil-mobilan dan motor-motoran nganggur nggak ada yang mainin. Gue panggillah Marshall yang ada di dekat gue.. Maksudnya supaya Marshall mainin itu mobil-mobilannya. Dan.....

Seketika itu juga si Bapak manggilin anaknya supaya dateng ke dia.
Kalo anaknya dateng ke dia, artinya anaknya akan ngeliat bahwa ada anak lain yang pingin main mobil-mobilannya. Dan bener aja.. pas anaknya ngeliat ada anak lain yang menuju ke mobil-mobilan itu, dia langsung nyerobot. Marshall yang udah berhasil nyentuh itu mobil2an (belum sampek masuk ke dalam mobil dan duduk), karena ada anak lain yang nyerobot.. ya dia langsung ngebatalin niatnya untuk mainin itu mobil-mobilan.

What??? Bukannya gue sebel karena anak gue nggak self-defense yaa.. karena gue udah ajarin banget-banget anak2 gue untuk sharing di tempat main umum kayak gitu. Yang bikin gue keki adalah.. itu bapaknya kok diem aja ngeliat anaknya tabiatnya kayak gitu. Dan seolah-seolah ngedukung anaknya.

Gue spontan bilang: "gantian dong mainnya"
Saat itu juga gue denger si bapak bilang ke anaknya: "dikumpulin aja mainannya.. taro di pojok sini" (maksudnya mainannya ditaro di pojokan deket bapaknya duduk.. jadi kalo ada yang mainin, si bapaknya itu bisa liat )
Terus si bapak geblek itu nengok ke gue dan bilang sambil senyum: "namanya juga anak-anak bu"

Lah dipikir gue stupidito apa nggak bisa ngertiin dunia anak2? 
Dengan nada tegas gue bilang: "memang mereka anak-anak, tapi bapak sebagai orangtuanya harus ngajarin yang bener dong.. nggak boleh kayak begitu"

Dia balas sengit lagi.. "ngajarin yang bener gimana? namanya juga anak-anak bla..bla..bla..bla..bla.."
Gue tetep ngoceh dan bilang: "mana bisa di tempat main umum kayak gitu Bapak ngajarin anak untuk nguasain mainan.. yang benerlah ngajarinnya"-- emang nada suara gue udah tinggi disini. Tapi itu karena reaksi gue ngeliat bapak-bapak nyinyir yang sok iyeh banget ngebenerin tindakan konyolnya.

Dan... udah bingung dan malu mau bilang apa karena orang tua lain mulai ngeliatin kami berdua, dia berusaha (mungkin) mempermalukan gue dengan bilang: " ibu itu pake jilbab juga, ngomongnya kayak begitu"

Salah banget kalau dia pikir gue akan diam.. (nantilah masalah jilbab ini gue bahas belakangan yaa). Gue pun bilang: "nggak ada hubungannya sama jilbab saya. masalahnya disini adalah Bapak ngajarin anak nggak bener!! Bukan jilbab saya masalahnya!!"

Akhirnya dia diem sambil ngedumel2. Marshall pun ngedeketin gue dan nanya ada apa.
Dengan suara gue yang lantang dan pastinya didengar ibu-ibu yang lain gue bilang ke anak gue:
"Kelakuan anak tadi itu jangan dicontoh ya nak. Itu kelakuan yang nggak baik. Kalau main di tempat umum kamu harus mau gantian sama anak-anak lain. Itu namanya anak baik. Yang kayak tadi itu nggak baik namanya"

Beberapa detik abis gue ngomong gitu, anak cowok si bapak tadi itu bikin masalah dengan ngerebut motor2an yang lagi dinaikin anak lain... Dia narik itu motor2annya sampe anak kecil yang lagi naikin motor itu hampir jatuh. Untung ibunya itu anak langsung sigap megangin anaknya dan nggak jatuh.
Dan Bapak konyol tadi itu? Dengan nggak begitu sigap dia ngambil anaknya.

Dan gue?
Namanya pan kita emak2 nyinyir yang nggak bisa liat kesempatan untuk nyinyir balik kan yaakk.. :P Ya gue ngocehlah... gue bilang ke Marshall: "tuh liat tuh.. nggak bener kan nak kelakuan kayak begitu. Itu nggak baik yaa.. Mommy nggak pernah ngajarin kayak gitu" Cemes yang bagus dari Icuk!! :P

Dan bapak itu?
Langsung dia gendong anaknya dan pergi keluar dari Playground!!


Scenery 2:

Ini kejadian beberapa hari yang lalu, hari Senin 30 Desember 2013.
Gue dan suami ngajak anak-anak ke monas untuk main layangan. Selain main layangan, rencananya mau main badminton juga.

Lagi seru-serunya main layangan, tiba-tiba gerimis. Akhirnya semua orang yang ada di monas, pada tergopoh-gopoh nyari tempat berteduh. Siap-siap kalau hujan deras.
Dan banyak banget yang menuju ke parkiran. Artinya.. kalau mau ke parkiran, ya harus melewati jalan keluar dulu dong.

Kami sekeluarga buru-buru jalan menuju parkiran. Kebetulan mobil diparkir pas banget deket sama jalan keluar. Masalahnya adalah... jalan keluarnya itu kecil banget. Cuman muat 1 orang. Gue liat orang-orang panjang antri mau keluar. Ya gue dan anak-anak antri juga dong. Pastinya.

Dari belakang tempat gue berdiri, banyak juga orang2 dari sisi kanan dan kiri yang nyelak. Mereka nggak mau ngantri. Gue masih sebodo amat. Dan rintik-rintik hujan volumenya mulai membesar.
Begitu gue udah mendekat ke jalan keluar, masih ada aja orang-orang yang nyelak dari kanan dan kiri. Ya disini gue nggak bisa biarinlah. Karena artinya dia akan nyelak giliran gue dan anak-anak gue. Dan jumlah orang yang nyelak itu banyak. Bisa keguyur hujan anak2 gue jadinya.

Akhirnya bersuaralah gue: "Pada antri yaaa.."
Terus ada ibu-ibu dengan ketusnya ngejawab gue: "emangnya tiket pake antri.."
Laahh!!
Gue bilang lagi: "ya tetep aja harus antri dong.. anak-anak saya aja antri nih"
4 anak-anak gue barisnya di belakang gue. Mereka cuman ngeliat bingung ke orang-orang yang nggak mau antri itu.

Semakin gue mendekat ke jalan keluar, untuk mencegah ibu-ibu dan rombongannya itu nyelak, gue hadang dia dengan tangan gue yang berpegangan ke pagar. Jadinya dia nggak bisa nyerobot.
Terus dia langsung marah-marah..

Dia bilang: "ini ngapain sih nutup-nutupin..orang mau keluar juga"
Gue bilang: "antri kamu dibelakang"
Dia berusaha nepis tangan gue, berharap tangan gue lepas dari pegangan ke pagar.
Pegangan gue nggak lepas. Tapi gue malah nyolek lengan dia nyuruh dia antri ke belakang.
Temen-temennya akhirnya mau bergerak antri ke belakang.
Pas gue liat... laahh dia malah antri pas di belakang gue dan nyerobot anak-anak gue..
Hahahhahaaa... kelakuan yaa..

Temen-temennya yang dibelakang gue mulai marah-marah.
Gue diemin aja. Gue tetep cuman bilang nyuruh mereka antri.
Pas giliran gue keluar, gue langsung tarik pelan tangan anak-anak gue yang mereka serobot dan ngeduluin anak2 gue keluar. Dan para ibu-ibu barbar itu? Ya mereka masih ngoceh marah-marah karena nggak bisa nyelak keluar duluan.

Begitu gue dan anak-anak udah diluar dan gue masukin anak-anak ke mobil, para ibu2 itu masih marah2.. Gue cuman kasih senyum tengil sambil bilang "keki yaa.. nggak bisa nyelak"

Dan... ujung-ujungnya salah satu ibu-ibu bilang: "wooooo... percuma aja pake jilbab!!!"
Dan... gue pun menjawab: " nah loe apa? itu jilbab juga bukan yang loe pake?" :)))

============

2 cerita diatas pernah gue share ke beberapa orang. Suami gue salah satunya.
Semua orang yang gue ceritain gemes dengan cerita itu. Dan hampir semuanya menyatakan kalimat yang sama.. "ya namanya juga orang kampung"..

I think we have to stop dengan segala pemakluman "ya namanya juga orang kampung"..
Dan kalau menurut gue, nggak perlu juga labelisasi antara orang kota dan orang kampung.
Apalagi kalau labelisasi itu yang mengarah ke konotasi yang kurang enak.
Nggak semua juga orang kampung itu nggak punya manner.
Nggak semua juga orang kampung itu nggak bisa mendidik anaknya dengan baik.

Di pandangan gue..
semua orang dewasa itu.. mau itu orang kota atau orang kampung..
Ya udah kudu harus ngerti mana yang baik dan buruk.
Kalau emang masalah antri aja yang merupakan hal sepele nggak ngerti-ngerti juga.. kapan mau pintarnya bangsa ini kakaaaakkk....

Dan...
Kapan pintarnya kalau loe masih juga mikir bahwa orang yang pake jilbab panjang nggak pantas untuk negur dan marah kalau ngeliat ada yang nggak bener? Bukan di jilbab gue masalahnya, cwiinn..

...bersambung...

Monday, September 16, 2013

Keyakinan Big Mommy

Monday Nite, 10.11 PM
Period Day 1

Lagi berusaha fokus di depan MacYo.. Di kamar tidur.
Dan masih.. sampai hari ini masih kruntelan dengan 4 anak tidurnya krn AC di kamar mereka masih rusak.

Ngeliatin satu per satu wajah mereka.
Ingat hari ini mereka bikin gue ketawa, marah, kesel, senyum, ketawa lagi, bangga..
Ngeliat lagi wajah mereka..
Dan tiba-tiba keyakinan ini muncul di dalam hati gue..

Yakin..
Gue yakin banget Allah akan mengizinkan Melvyn, Marshall, Marvell, dan Mayra Najmah untuk menjadi khalifah yang sukses. Amin.

Sunday, September 1, 2013

My Letters for Both of You: Happy 7th Birthday, Twinsters..


God has chosen me and your Pa to have you on this world.
The best parents for the best twins.
The best fighters for the best treasures..

All the difficulties I had when I carried you in me... When I gave birth to you..
Just made two of you shining even brighter and brighter..
Having both of you really bring us to another higher parenthood level.
You gave me another motherhood dimension. Another unforgettable lessons.
I always get brand new life lessons ever since I had both of you..

You complete my life..
You complete me with love, laughter, happiness, madness, nerves..
Keep teaching me to be a better mother..
Keep giving me your wonderful smile..
Nobody can give you the best prayers on your birthday than a mother..
And I've said all the best ones for you to Allah, my dearests..

I'm sure you'll be a great persons in your future. Just as great as your names..

Marshall Syafiq Rafif Kairupan..
Keep standing for the right thing in your life like you do now..
Mommy know you'll always fight for your truth.. You're the Marshall in the family..

Keep on being a very lovable person.. Keep on showering me and your family and the people around you with your love and affection... as your name Syafiq stands for..

I'm sure you'll be the man with best attitude in your life.. as you're carrying your name Rafif..

Marvell Syauqi Rosyad Kairupan..
Ever since you were born, you never get failed in drawing people's attention. People fall in love with you easily.. It's always easy for you to get along with people.. coz you've been so marvellous..

You always leave us with smile and laughter.. Your presence always been missed by your family and friends.. And that's shown from your name Syauqi

In 7 years of you life... most of the time you've been a kid with good personality. You know what you want. You do know how to talk things to me. You know how to direct your siblings. You're the little boy with good simply advises.. And that is what your name Rosyad stands for..

Just like your twins.. I'm sure you'll be a man with good attitude because you'll miss or always try to find the right guidance for your life.. like Syauqi Rosyad means altogether..

Never can stop my tears everytime I sent prayers for both of you..
MOMMY LOVE YOU MORE THAN YOU EVER KNOW.
HAPPY 7th BIRTHDAY MY DEAREST TWINSTERS..

P.S: cerita saat melahirkan kembar ada disini

Follow me on my freespirit tweet on twitter: @YonnaKairupan
Follow me for my freestyle pics on Instagram: @YonnaKairupan

Sunday, August 4, 2013

SMART PERSON IS...


It's day 3 without Eha.. The great House Assistant.
It feels (still) alright. Although am having a bit fever. But still can manage to dance in the kitchen.

Terus ceritanya mau nyiapin makanan buat buka puasa utk Ayah dan Melvyn.
Dan Melvyn bersedia membantu Big Mommy di dapur. Sambil Big Mommy ngeluarin bahan2 yang mau dimasak dari kulkas.. Si sulung pun ngajakin ngobrol..

Melv: Mama itu sebetulnya jago masak ma..

Me: Me? No... am just good at it.. not so great.. and I don't love doing it :P

Melv: No, I think you did great..

Me: To your eyes I did great.. actually I only can do it good. Do you know what that means?

Melv: What?

Me: It means... THERE'S NOTHING THAT YOU CAN'T DO. You can DO EVERYTHING in this world. You don't have to be great at all of it. And that shows that you're a smart person. Just by can do everything..

Melv: you're right..

Lalu Melv pun sibuk ngocok telor.
Bantuin emaknya bikin nasi gila.... artinya yang dengan gilanya cemplung2in ini itu ke wajan..cemplung2in bumbu ini itu ke wajan.. lalu jadilah sesuatu untuk di makan..

Di mata si sulung gw good at cooking..
Lah dia nggak tau ajaahh... itu bahan2 semua udah disiapin sama si Eha sebelum dia pulkam... atas perintah Big Mommy pastinya... Hiahahahhaaa...

Wednesday, May 29, 2013

MERRY RIANA HADIR DI RUMAH GUEEE!!

Pada tau Merry Riana dong semuanya?
Buat yang belonan tau, dia itu adalah motivator wanita yang lagi hits di tanah Indonesia. Selain itu nerbitin beberapa buku juga.

Tweet2nya yang berisi motivasi rame banget di ritwit orang2...
Itu sekilas ceritanya aja sik..biar loe ada gambaran siapa Merry Riana itu.

Anyway...back to The Kairupan..

Kira2 kemarin pagi hari deehh... saat 3 boyz lagi siap2 mau berangkat sekolah. Dari tempat gw nyarap, gw bisa denger Marshall bilang gini...

"Aku nggak mau sekolah ah.. aku males"..

Dan langsung ada tanggapan bijak..
"Jangan begitu dong Marshall.. ayo Marshall harus semangat. Ayo tetap berangkat ke sekolah. Ayo semangat"..

Dan itu bukan dari mulut gw yaaa.. karena mulut gw lagi penuh terisi roti yang lagi gw kunyah..

Yak...itu adalah motivasi bijak dari EHA, sodara-sodaraaaa...
Asisten Rumah Tangga gw yang setia dan serba bisa.  Dan gw menemukan lagi salah satu kebisaannya...motivator!!!

Mungkin nanti gw bisa minta Eha kasih beberapa patah kata sedikit kalo pas lagi isi seminar yaaa... :)))

Follow me on my free spirit tweet on Twitter @YonnaKairupan

Wednesday, March 13, 2013

Mama Itu Segaaarrr...

Gw repost postingan status facebook gw tanggal 3 Maret yang lalu:

Sempet nguping ini dari kamar:
Marvell: badanku panas lagiii
Melvyn: *sambil nyanyi ngeledek* badan panaaass...bau keteekk
Marv: iihh..kakak ga sopan nyanyinyaa..aku bilangin mama..
Melv: bilangin mama atau papa?
Marv: bilangin mama...mama kalau marah itu segaaaaarrr

Itu artinya gw ga galak kan yaaa? :))))


Anak gw yang ketiga ini emang gituuu..
Dia itu suka nyeletuk2 segar yang kagang bikin ketawa dan kadang bikin senep juga :)))

Gw juga pernah dibilang looked like a dolphin setelah gw dandan cantik2 pake baju dan jilbab warna biru muda.

Tiap kali emak bapaknya lupa sesuatu pasti langsung di celetukin "old woman" atau "old man".
Tiap kali kakaknya kasih komen pedes ke dia, dia pasti akan nyeletuk "ok..grumpy boy"

Disaat gw ngetik ini, gw denger si kakak bilang "Syafiq (Marshall) tolong ambilin kakak tisu dong..".. Marvell pun langsung nyeletuk "Kakak ambil sendiri dooong..." Kakaknya cuman nyengir.

Hahahahhaaa....
This little man never fails in making me laugh.
I love you so much my Clown Boy.


Subscribe to my youtube so you'll see next video: http://bit.ly/NwDhZa 

Follow me on my free spirit twitter timeline: @YonnaKairupan

Make friends with me: http://www.facebook.com/yonna.kairupan

About my family: http://thekairupan.blogspot.com

About the leadership of me: http://yonnakairupan.com

What I'm doing: http://yonna.emivo.com

Monday, March 11, 2013

Harlem Shake: Kegilaan Keluarga Kairupan



Berawal dari permintaan si ayah "sayang, yuk kita bikin Harlem Shake"
Big Mommy bilang, "udah banyak aah di youtube..udah lewat kali masanya"
Si ayah tetep keukeuh..biarin aja katanya...kan yang versi keluarga kayak kita masih jarang"

Nggak pake skenario2an..
Nggak pake nunggu lama2..
Langsung gw setting kamera.. itupun Big Mommy dalam keadaan belom mandi jugaaa.. :)))

Anak2 juga kita biarin explore kegilaan mereka aja.
Kami cuman kasih konsepnya aja. Bahwa awalnya mereka kudu diem sambil beraktifitas, and after that we're going sooooooo...crazy.

Si sulung dibebasin mau gaya pake baju apa.
Marshall udah tau mau ciluk ba pake bantal.
Marvell yang bolak balik ganti ide. Sampek akhirnya dia nemu mainan hair dryer.

Our little princess?
Awalnya dia nggak mau. She's a darling in the family.
Sedikit pemalu. Dan dia rada nggak nyaman untuk gila2an di depan umum.
Akhirnya Big Mommy arahin aja...gayanya Sadako. Jadi mukanya nggak keliatan. Akhirnya maulah si sayang ini...

Hasilnya?
Lebih dari 50ribu orang yang nontonin video ini.
Ratusan komen yang ditinggalin di video ini.
Puluhan ribu orang yang tertawa ngakak nonton video ini.

Dan...menurut teman2 gw..
Video ini juga ditampilkan di B Channel dan juga infotainment Insert.
Alhamdulillah...

From a small thing...bisa menghibur banyak orang...that's really BIG meaning for us. Anak2 juga seneng bahwa mereka udah bikin seneng banyak orang.

Sudah dipastikan, kegilaan keluarga kami nggak akan berhenti sampai disini dong. Apapun yang gw posting di akun Youtube gw itu, seperti itulah adanya keluarga gw... Crazy and full of love..



Subscribe to my youtube so you'll see next video: http://bit.ly/NwDhZa 

Follow me on my free spirit twitter timeline: @YonnaKairupan

Make friends with me: http://www.facebook.com/yonna.kairupan

About the leadership of me: http://yonnakairupan.com

What I'm doing: http://yonna.emivo.com

Wednesday, February 20, 2013

Ada apa dengan Risol?



Tadi begitu pulang sekolah, Marvell masuk kamar Big Mommy dengan muka ketekuk.

"What's up with that face?" Tanya Big Mommy..

"Aku tadi marahin papa..."

"Lho kenapa?"

"Aku bilang aku mau makan risol..tapi papa bilang nggak boleh.. Papa mau jemput Marshall. Abis jemput Marshall aku minta papa ke sekolah lagi, tapi papa nggak mau"

Big Mommy bilang "there must be a reason kenapa papa nggak mau balik lagi ke sekolah.. nanti kita tanya papa yaa"

Buat yang bingung skema penjemputan si twinster, gw jelasin dulu dikit yaaa...
Twinster ini kan sekolah di Tebet. Dan bulan september kemarin sekolahnya kebakaran. Jadilah sekolahnya akhirnya ngontrak di salah satu gedung yg nggak jauh dari sekolahnya. Sekarang ini sekolahnya udh mau kelar renovasinya. Jadiiii....udah ada ruang yang bisa dipake.

Nah..tadi itu kelasnya Marvell ada jadwal drumband pas pulang sekolah. Dan drumbandnya itu di gedung sekolahnya. Sementara Marshall yangg ga ada jadwal drumband, nunggu di gedung sekolah yang nyewa itu.
Jadi...tadi bapake jemput Marvell dulu, baru deehh jemput Marshall.

Balik lagi ke cerita awal...

Pas papa keluar dari kamar mandi, Big Mommy interogasi doong di depannya Marvell. Nanya kenapa tadi nggak mau beliin risol..dan nggak mau balik lagi ke sekolah. Ini cerita si ayah..

"Tadi pas di mobil, Marvell bilang mau makan jengkol. Ya aku ngga kasih doong. Makan jengkol pake nasi kan lama. Aku langsung aja jemput Marshall. Terus dia ngotot minta aku balik lagi ke sekolah krn mau makan jengkol. Aku nggak mau. Masa mau makan jengkol sih.

Akhirnya sepanjang perjalanan aku korek terus.. apa sih maunya. Dia bilang..itu lhoo paaa..kue yg panjang yg dalemnya ada sayuran... baru aku ngertii...oooooww...maksud kamu RISOOOLLL?" :))))

Dan pas bapake baru ngerti kalo itu risol, mereka udh di daerah cawang..jadi si ayah nggak mau puter balik lagi.

Marvell lanjut deehh nangis kejer...teriak2. Big Mommy kasih pengertian. Ga mau denger. Big Mommy bilang..silahkan aja nangis teriak2...

Si bocah ke ruang tamu deh...lanjut nangis disitu. Mommy diemin aja sampe 5 menitan.. biar rada cape sedikit. Baru deh diajakin ngomong..

Me: tadi yang salah dari awal ngomong jengkol siapa?

Marv: *nangis sambil nahan ketawa* aku..

Me: terus kalau sekarang ke sekolah, tukang risolnya udh pulang, masih bisa nggak kamu dpt risolnya?

Marv: nggak

Me: sekarang kalau Marvell nangis terus, bisa bikin tukang risolnya dateng ke sekolah nggak?

Marv: nggak

Me: kalau Marvell sekarang diem..tenang...besok ke sekolah..bisa beli risol nggak?

Marv: bisa

Me: so...you better be calm now kaann..

Marv: iya

Abis itu case closed deh... hujannya kelar. Mendungnya juga ilang.

Lemonilo di Keluarga Baim Wong

  Baru selesai nonton video Youtubenya Baim Wong dan istrinya Paula. Seneng ya kalo liat ada kesamaan yg dilakukan selebriti dengan kita, r...