“Mommy, do you want me to massage your back?"
“Kecilin musiknya, Mama lagi terima telepon!"
“Don’t go inside mom’s room, Mommy’s sleeping.."
“Baby (the lil sister), you can take my chicken. I only eat one.."
Itulah beberapa rasa empati yang ditunjukin anak-anak gue di rumah. Bukan. Gue menulis itu bukan berarti gue mau bilang bahwa gue sudah berhasil mendidik anak-anak gue sebagai anak-anak yang berempati. Justru malah gue mau share pembahasan psikolog tentang bagaimana caranya kita mendiidik anak kita agar menjadi anak-anak yang berempati.
