They're the treasures..
My strength..
My batteries..
My powers..
My belief in the power of God..
They're my laughters..My Joy..
My everything in life...
Pernah saya mendengar statement dari ibu Elly Risman: “untuk menjadi orangtua itu nggak ada sekolahnya”. Iya bener. Seandainya ada sekolahnya. Terus ada acara naik kelasnya. Terus ada acara graduationnya. Setidaknya palingan saya udah nggak punya yang namanya panick attack dalam membimbing 4 anak saya: Melvyn, Marshall, Marvell, Mayra Najmah.
Emang nggak ada sekolahnya. Tapi banyak ilmu gratisnya. Banyak workshopnya. Yang penting balik ke kita lagi, mau belajar nggak? Nah kalas saya tipe yang dimana aja ada ilmunya, gue kejar deh. Apalagi gratis. Apalagi tujuannya untuk kebaikan anak-anak.
Alhamdulillah kemarin ini gue diundang ke acara Office-to-Office Parenting Talkshow yang diadakan oleh Nutrilon Royal di Bursa Efek Indonesia, dengan tagar #OneStepAhead. Beuuhh neeyykk.. banyak banget ilmu yang gue dapet disana. Tapi apalah ilmu yang kita dapat kalau nggak dibagi-bagikan, tul?
Untuk itu makanya postingan blog mengenai One Step Ahead Mum ini akan gue posting dalam 4 artikel yaa. Karena kalau gue posting dalam 1 artikel, gue yakin kalian akan mimisan bacanya nanti. Karena gue mau nyampein informasinya penuh. Nggak seuprit-seuprit. Nggak dikit-dikit. Mau kan? Mau kan?
Ilmu yang pertama dari Dr. Bernie Endyarni Medise, SpAK, MPH. Seorang Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang. Mengenai Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Sejak Awal Kehidupannya untuk Mempersiapkan Masa Depannya. Biar cepet nangkep di kepala, gue ketik ulang ya: penting banget kita merhatiin perkembangan anak kita di umur 0-5 tahun.
Definisi anak apaan sik?
Kalau menurut UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Dan jangan sampek salah kaprah ya. Anak itu bukan ‘bentuk mini’ orangtuanya. Nggak asik sekali anak kita diliatnya kalau dia adalah suami kita tapi dalam bentuk mini. Ya kan? Ya kan?
Anak mempunya keunikan fisik sendiri yang berbeda dari kedua orangtuanya. Mereka punya keunikan kepribadian sendiri yang juga berbeda dari orangtuanya. Maha besar Allah yang menciptakan manusia.
Yang wajib banget kita perhatikan adalah CIRI KHAS ANAK yaitu: tumbuh dan berkembang. 2 hal tersebut haruslah ada pertambahannya, terutama pada saat golden periodnya (0-3 tahun). Tumbuh dan berkembang itu adalah 2 hal yang berbeda yaa men-temen sekalian.
Anak tumbuh diukur dari:
berat badan
lingkar kepala
tinggi badan
selama ada penambahan dalam ketiga hal diatas, berarti anak kita tumbuh dengan baik. Kalau yang tidak bertambah dari 3 hal diatas pada saat golden periodnya dalam waktu yang lama, maka kita harus buru-buru konsultasi ke dokter. Itulah makanya yaaa… pada saat kita habis lahiran anak, pihak Rumah Sakit ngebekelin kita dengan buku catatan anak. Disana kita mengisi data-data tentang bayi baru kita. Ketiga hal diatas akan dicatat oleh suster yang mengukur pertambahan ketiganya.
Gue jadi inget buku Rumah Sakit yang diserahkan waktu gue abis ngelahirin Twinster dan juga Mayra Najmah. Bukunya dari Nutrilon dan di dalamnya udah terisi lengkap data-datanya twinster. Ada cap kakinya juga. Lucuk.
Ok.. kembali ke pembahasan..
Sekarang tentang berkembang. Anak itu berkembangnya dilihat dari perkembangan fungsi tubuh.
Bagaimana perkembangan motorik kasarnya?
Bagaimana perkembangan motorik halusnya?
Bagaimana perkembangan bahasanya?
Bagaimana perkembangan personalisasi dan sosialisasinya?
Semua itu harus kita perhatikan dengan baik.
Lalu apa yang membuat anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik? Faktor apa aja yang berperan?
Penting bagi kita untuk melihat faktor-faktor yang bisa mempengaruhi genetika anak-anak kita nanti. Kalo jaman dulu kan para orangtua mengedepankan Bibit, Bebet, Bobot dalam menentukan calon pendamping anaknya. Itulah cara mereka memastikan bahwa anaknya akan memiliki masa depan yang baik. Walopun belon tentu juga berhasil sik. Tapi jaman sekarang cukup kita pastikan bahwa pasangan sehat secara fisik dan mentalnya, agar dapat memberikan keturunan yang sehat juga.
Selanjutnya environment/lingkungan yang kita berikan untuk anak kita haruslah baik. Pola asuh seperti apakah yang akan kita terapkan kepada anak-anak kita. Militerkah? Orangtua tipe keset kah? Demokratiskah?
Seperti apakah stimulasi untuk tumbuh kembangnya yang akan kita berikan?
Setiap anak membutuhkan imunisasi. Mereka membutuhkan bantuan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Mereka punya hak untuk itu. Jadi utamakan kebutuhan anak dalam hal imunisasi ini. Because they really need it.
Dalam membimbing anak-anak kita agar bisa berkembang dengan baik, stimulasi yang kita berikan haruslah:
Setiap hari. Diulang setiap ada kesempatan.
dalam suasana bermain dan interaktif.
Penuh kasih sayang dan gembira.
dengan pola asuh yang otoritatif (demokratik)
Diberi contoh, dibantu, dan tuntas (selesai).
penuh pujian dan penghargaan.
Lalu mengenai nutrisi. Pastikan anak terpenuhi kebutuhan ASInya. Apabila si ibu tidak dalam kondisi tidak bisa memberi ASI, maka usahakan banget-banget kebutuhan ini terpenuhi. Karena beda banget lho antara sistem kekebalan anak-anak ASI dan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI.
Lalu berikan anak kita Makanan Pendamping ASI yang memang sesuai dengan umurnya. Sesuai juga dengan kondisi kesehatannya. Apabila anak kita alergi telur, udah pasti kita nggak bisa kasih MP ASI yang ada kandungan telurnya kan. Jadi kita sebagai emaknya emang harus aware banget.
Dan ketika mereka sudah melewati masa2 ASI dan MP ASI, makan kita harus memberikan mereka makanan yang seimbangnya. Jangan kasih makanan yang hanya dominan lemak dan karbohidrat aja, misalnya. Poin terakhir ini sik merupakan PR besar untuk gue nih. Secara gue sekarang dalam masa nggak ada ART nih, dan kemampunan masak memasak gue itu masih di bawah standard lah. Jadi masih belum komplit penyajiannya. But am getting there, for sure. I’m still learning. Yah doakan sajalah dalam proses belajar ini, tiba-tiba dapet berkah punya ART baru, ye kaaann? Amin-kan dong sodara-sodaraaa...
Baeklah sekian dulu postingan pertama #OneStepAhead yang isinya tentang tumbuh kembang anak, yaaakk.. Silahkan intip artikel selanjutnya yang gue dapet dari psikolog Ajeng Raviando, Psi mengenai Menggali dan Mendukung Potensi si Kecil. Cuuuss yaaa….
Akhirnya kami sekeluarga nginjakin kaki lagi di Bali. Pulau dimana pengunjungnya itu harus berani nantangin matahari. Gue bukan penyuka matahari. Kalau matahari tempat belanja, gue suka. Disana banyak diskonan atau program beli 2 dapat 3.
Anyway..
Kami sekeluarga ini deket. Kami tau apa kesukaan satu sama lain. Krucil pun tau gue doyannya minum apa. Tapi begitu hari pertama kami di Bali, mereka ngeliat gue nenteng sesuatu yang beda. Anak #3 Marvell pun nanya..
“Baby (the lil sister), you can take my chicken. I only eat one.."
Itulah beberapa rasa empati yang ditunjukin anak-anak gue di rumah. Bukan. Gue menulis itu bukan berarti gue mau bilang bahwa gue sudah berhasil mendidik anak-anak gue sebagai anak-anak yang berempati. Justru malah gue mau share pembahasan psikolog tentang bagaimana caranya kita mendiidik anak kita agar menjadi anak-anak yang berempati.
Gue punya temen baru lagi doong. Sebelumnya kan gue udah pernah bilang kan.. kalo sebulan 2x gue akan bikin postingan tentang temen-temen baru gue. Tujuannya untuk sharing pengalaman aja. Siapa tau bisa jadi inspirasi temen-temen yang ngebaca blog gue. Siapa tau bisa menjadi inspirasi bagaimana teman-teman mau beraktifitas.
Sekarang gue mau cerita tentang mbak Elisa Koraag. Gue yakin pasti abis baca postingan ini ada teman-teman yang terinspirasi untuk menjadi blogger. In syaa Allah..
Si sulung janji.. begitu sampai di Bali, handphone Nokia legend-nya ini
akan dinyalain dan nelp Big Mommy
Berawal dari ide sang suami. Berhubung si sulung masih bertahan dengan nilai paling tinggi di kelas, dan berhubung sang ayah stay di Bali sampai akhir bulan ini, beliau mencetuskan gimana kalau ngirim si sulung ke Bali untuk ngisi liburan mid semester. Nanti balik lagi ke Jakarta bareng papanya..
Kata suami..
Daripada Granny beliin lego lagi..
Daripada dia cuman ngisi waktu main lego..
(oya.. si sulung ini lagi digrounded nggak boleh main gadget selama 3 bulan)..
Jadi better dia nambah pengalaman hidup.
Ayah (baca: suami gue) ngusulin agar si sulung berangkat sendiri naik pesawat ke Bali. Tapi kan ini akhir bulan, sayaaaaanggg… Akhirnya ya itu.. keluarga besar yang rutin kasih hadiah ketika si Sulung hasil rapornya paling tinggi, dikerahkan oleh Ayah untuk ngasih hadiahnya perjalanan Melvyn ke Bali.
Seluruh timeline socmed gue isinya lagi rame tentang reuni SMA angkatan gw hari Minggu, 19 Maret kemaren. Sekedar info, gue itu bersekolah di SMA 70 Bulungan, angkatan 92-95, yang nama angkatannya bernama Ekstrimis.
Gue sama sekali nggak keberatan dengan postingan temen2 gue yang bejibun di timeline gw. Karena sebagian besar banget ada foto gue. Gue sangat berteman sekali waktu SMA. Gue bergaul dengan nyaman dan dengan personaliti gue apa adanya.
Kembali ke acara reunian kemarin itu..
Dari pertama gue mau masuk gerbang, gue udah mulai jejeritan ketemu teman. Semakin kedalam semakin ngejerit. Kesenengan. Peluk-pelukan. Sun-sunan. Sibuk foto-fotoan. Sampek nggak napsu mau makan.. (really???)
Namanya udah usia, lutut udah mulai kasih alarm kalo mulai lelah. Kerongkongan mulai kering kehausan. Lalu memutuskan duduk sejenak di area Jakarta Food Truck punya temen sebangku gue saat SMA. Apakah gue duduk dengan keadaan tenang?
Gue orang yang bakal frustasi kalau segala sesuatunya monoton. Itu-itu aja.
Makanya harus ada perubahan atau sesuatu yang bertambah dalam hidup gue.
Kegiatan. Skill. Rencana. Termasuk teman baru.
Dalam beberapa bulan ke depan, gue mau nulisin profil temen-temen baru gue di komunitas Blogger Perempuan. Tujuannya apa? Issshhh... mulia banget ciin tujuannya. Untuk menginspirasi teman-teman semua, siapa tau ada di antara teman-teman baru gue ini yang bisa menginspirasi kalian sesuai dengan karakter kalian. Mulia kan tujuannya?
Untuk teman gue yang pertama..
Please welcome, ladies and gentlemen..
Hairi Yanti..!!!
Or you can call her Yanti.
Yanti adalah seorang blogger yang tinggal di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Tapi Yanti ini bukan cuman seorang blogger. Tapi juga penulis cerpen anak. See? Ada lagi opsi lain untuk menambah aktifitas kita kaann..
Kalo emang kalian suka nulis, suka menghayal, suka ngobrol sama anak-anak.. mungkin bisa mempertimbangkan jadi penulis cerpen anak untuk mengisi kegiatan. Gue nggak tau deh ada banyak atau nggak penulis cerpen anak di Indonesia, tapi Yanti ini adalah temen (baru) gue yang pertama yang berprofesi sebagai penulis cerpen anak. Gue jadinya suka aja gitu nanya-nanya ke Yanti tentang profesinya ini.
Dan yah kan gue horangnya seneng berbagi ilmu doong yaaa... makanya dicintai teman-temannya kaaann (preeeeddd), jadi akan gue share pastinya dimarih tentang yang gue tanya-tanyain ke Yanti.
Sebetulnya bukan tiba-tiba aja Yanti bangun tidur, terus menyibakkan rambut, beranjak dari tempat tidur, terus ngadep ke kaca dan bilang "ow yeah, saya mau jadi penulis cerpen anak!". Bukan gitu awalnya.
Awalnya ya emang Yanti ini seneng baca. Seneng nulis. Seneng nulis tentang apa aja. Tapi dari hasil tulisan-tulisannya yang dikirim ke media, yang paling sering diterima dan dimuat itu kok ya malah cerpen anak. Jadinya ya sejak tahun 2015 yang lalu, Yanti mutusin untuk fokus di nulis cerpen anak aja.
Gue tumbuh sebagai anak yang baca majalah Bobo waktu kecilnya. Langganan. Paling seneng kalau tiap kali terima hadiah 2 minggu sekali yang diselipin di majalahnya. Nah, tulisan-tulisan cerpen anaknya Yanti ini paling sering dimuat di majalah Bobo. Bukan jaman dulu yaa.. Tapi jaman sekarang.. :P
Beda nggak sik nulis cerpen anak dan nulis cerpen remaja atau dewasa?
Ya beda lah ya pastinya dari beberapa sisi. Dari tema aja udah beda kaan. Untuk anak kan nggak mungkin kita pakein tema kasih-kasian antar sesama jenis... eeeehhh... antar lawan jenis maksudnyaaa.. yakali ya mau nulis tentang LGBT buat anak-anak. Bisa-bisa dipancung sama emak-emak sedunia nyata nanti..
Kalo kata Yanti yang pasti beda adalah cara gaya bahasanya. Kalo cerita anak atau cerpen anak atau yang akan gue singkat menjadi cernak, gaya bahasanya lebih sederhana karena menyesuaikan dengan bahasa anak-anak dan juga pemahamannya. Kalimat yang digunakan juga nggak bisa panjang-panjang.
Sama kayak menulis tulisan apapun, menulis cernak ya pasti ada kesulitannya juga. Kadang Yanti juga sulit kedapatan ide. Nggak usah Yanti, semua penulis juga pasti adalah masa nangis meraung-meraung sedih nggak dapet ide.. (lebay detected!). Kadang Yanti lancar nih nulis cernah.. eehh at the end dia ngerasa garing sama hasil tulisannya. Kadang udah lancar nulis awal-awalnya.. eehh.. kesulitan mikirin gimana nuntasin ceritanya. Makanya kata Yanti nih, kalo udah selesai tuh ya rasanya senengnya kebangetan. Apalagi kalau udah berhasil nembus media. Bahagianya berlipat-lipat. Rapih pula lipatannya.
Yanti mah nggak pelit! Gue belon pernah dijajanin sik. Tapi keliatan dengan dia membagi tips bikin cerpen anak dengan menggunakan pointer. Coba dibaca deh tipsnya. Itu mah bukan cuman tips untuk nulis cerpen anak, bisa diaplikasikan untuk nulis apapun. Ga caya sama akooh? Lha kok ya nggak percaya thooo.. ini gue nulis tentang Yanti itu ya dengan mempraktekkan cara pointer yang dikasih Yanti itu kok yaaa.
Psssstt.. Ini Yanti bilang ke gue, kalo emang udah kelar nulis cernak, langsung cool down. Jangan langsung tunggang langgang karam kirim ke media. Diemin dulu aja katanya. Ibarat abis masak nasi, mateng kaan, ya diemin aja dulu. Diemin dulu seharilah.. atau beberapa jam kalo emang loe terlalu excited nggak sabaran. Kalo pas Yanti lagi males, dia bisa ngediemin sampek seminggu. Abis itu dibaca ulang, terus dipoles lagi biar makin kece. Baru deh dikirim-kirim ke media yang dituju.
Kalo lagi ngirim tulisan, dulu Yanti suka ngirimnya dengan 2 cara. Via email. Dan juga Via pos. Tapi pas kesini-kesininya dia liat ternyata banyak responnya via email, akhirnya Yanti mulai ngirimin via email aja deh hasil tulisan-tulisannya. Lebih praktis juga kaaan..
Kalo udah dikirim ke media... selanjutnya ya dilupakan aja. Jangan terlalu dipikirin, nanti jadi susah move on. Lanjut aja dengan niatan tulisan selanjutnya. Ntar tiba-tiba nerima kabar bagus deh, kalo cerpennya dimuat. Kalo ngga ya berarti bukan hal buruk juga kan.
Honor yang diterima per cernak itu sik tergantung medianya yaa. Tapi ya kira-kira berkisar Rp150,000 - Rp300,000. Mayan banget itu siik yaa untuk hal yang kita kerjain di depan lektop. Pas gue tanya lebih happy mana, tau cernaknya mau dimuat atau pas terima honor?
"Aduh.. Itu pilihan yg sulit pertanyaannya. Kalau cernak dimuat bahagia karena tau bakal dapat honor #ups.. " Gitu katanya..
Manusia itu hidup harus bertumbuh. Udah pasti Yanti punya keinginan lebih untuk kedepannya.
Mau nulis cerpen remaja.
Mau nuis cerpen dewasa.
Mau belajar nulis artikel untuk koran.
Mau nulis novel anak-anak.
Mau nulis novel remaja.
Mau nulis novel dewasa.
Keinginan-keinginan yang akan membuat hidupnya bertumbuh pastinya. Mari kita aminkan para jemaah sekaliaaaaan... (((AMIIIIIN)))
Buat teman-teman yang baca postingan gue ini, semoga aja profil temen baru gue ini ada gunanya ya. Banyak kok opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu kita. Yah untuk latihan mah, bisa laah kita bikin aja blog khusus untuk cerpen anak. Buat latihan nulis aja dulu gitu.. Kalo udah lihai, baru think to bring it to another level. Kirim ke media. Then to another level. Bikin novel.
Kalau mau baca cernak-cernaknya Yanti yang dipublish di media, langsung aja ngesot ke blognya Yanti ya para pembaca yang budiman. Gue yakin pasti bisa menambah inspirasi.
Ini kejadian beberapa hari yang lalu. Big Mommy itu paling cepet kalah sama masuk angin kronis deh. Kalo udh kayak gitu, anginnya naek ke kepala. Terus kepala rasanya kayak ditujes-tujes pake obeng. Itu yang gue rasain beberapa hari yang lalu. Kalo udh kayak gitu, udah ga bisa ngapa-ngapain deh. Kecuali maen henpon.. :P Sesudah gue ngejemput 3 krucil pulang sekolah, gue cuman bisa rebahan. Terus ketiduran. Nggak pake mangap. Pas bangun sakit kepalanya masih eksis. Deeeeyymm!! Terus makan malem sama krucil. Jam 5 lewat deh. The pain was still there. Selesai kami dinner, my #SweetMarshall nawarin diri untuk mijitin kepala Big Mommy. This kid has something good going on with his fingers. Enak deh kalo buat mijitin. Cah Bagus istiqomah mijitin kepala emaknya. Sampek akhirnya Maghrib dan Big Mommy harus shalat. Marshall bilang.. "Your hair is curly Mommy.. (kusut akibat kepalanya dipijit-pijit). Syafiq rapihin dulu ya Mommy.." Marshall (yang kalau di rumah dipanggil dengan nama Syafiq) pergi ke kamar adiknya untuk ngambil sisir, lalu kembali lagi ke kamar ibunya. Lalu nyisirin rambut Big Mommy. Sampek rapih. Setelah selesai, Big Mommy ke kamar mandi. Wudhu. Lalu bersiap-siap untuk shalat Maghrib. Di kamar cuman ada sajadah tipis. Tak apalah. Pakai yang tipis juga tak mengapa. Tiba-tiba Marshall bergerak keluar kamar. Lalu kembali lagi ke kamar dengan membawa sajadah kecil. "Tunggu, Mommy.." Lalu dia melapisi sajadah tipis gw dengan sajadah kecil itu di bagian kepala. Gue cuman berdiri ngeliatin.. "Supaya Mommy kepalanya nggak sakit. Mommy kan lagi sakit kepala.." That's the way he treats his mother every day. I guess the father doesn't have to worry about the mother anymore. Coz he got his 3 legacies who knows exactly how to treat their mothers. Walopun yaaaa sebelumnya... Mereka tetep aja lari-larian sepanjang rumah dengan suara hiruk pikuk. Sebar-sebar lego dimana pun mereka hinggap. But that was their world I had to deal with.. Just like how they had to deal with their mother's world..
Eh masa si sulung gue emosi..
Waktu hari Jumat kemaren dia cerita ke Big Mommy.
Salah satu temannya ngedownload salah satu video keluarga kami yg di youtube, terus dia sebar-sebar ke temen sekelas, dan provokasiin temen2nya yang lain untuk ngetawa2in si kakak.
Melvyn pun emosi. Anak itu langsung dia dorong ke dinding, terus dia tarik kerah bajunya tuh anak. Ini anak sama2 ikut taekwondo sama si kakak.
"Loe ada masalah sama gue? Hah? Ada masalah apa loe hah?"
Terus salah seorang temennya langsung ngingetin Melvyn..
"Udah Vyn, orang kayak gitu nggak pantes diladenin"
Untung si Kakak dengerin temennya. Katanya, si Kakak emosi banget sampek nggak peduli diliatin temen2nya. Lalu terjadilah pembicaraan ibu dan anak sulungnya ini..
"Emang diketawainnya apa kak?"
"Kakak diteriakin sama dia.. anak manja! Anak manja! Anak papa!"
"Terus temen2 yang lain ikutan ngetawain juga?"
"Iya ma.."
"Semuanya?"
"Nggak ma.. "
"Yang kroco-kroco aja kan?"
"Iya.."
"I want to ask you something. What do you think of the video? How do you feel? Is it memalukan? Apa kamu malu kamu ada di video itu?"
"Nggak ma. Tapi Kakak sebel diketawa2in. Dia kayak cari2 celah untuk ngebully kakak.."
"Ok. Kamu harus bisa lihat. Tujuannya dia adalah bikin kamu marah. Kalau kamu marah, dia malah seneng karena itu maunya.
Can't you see bahwa sebetulnya anak itu jealous sama kamu? Kamu sholeh, pintar, ganteng.. Dia berharap sekali untuk menjadi seperti kamu. Tapi nggak bisa. Terus frustasi. Akhirnya cuman bisa ngetawa2in..
Dia pasti bisa liat.. berapa viewsnya video itu. Ratusan ribu lho! Video itu disponsori oleh Coca Cola lho. Dia dan temen2 kamu yang ngetawain.. berharap sekali bisa ditonton banyak orang kayak gitu.."
"Iya ma.."
"Dan you know what? Bisa jadi dia iri sama kamu, karena dia tidak punya orang tua seasik orang tua kamu. Oh look at your father, kak.. He's handsome, orangnya baik, ke anak2nya lucu banget.. walaupun mama sebel sama papamu waktu kemaren itu kasih cerita lucu yang kelewatan ke kalian. Dan kamu kenapa nggak tegur papamu siikk.." (ok.. ini emaknya mulai keluar jalur..)
"Hehehhee.. iya ma.."
"I met his father once. Mama pernah liat bapaknya temenmu itu. Dan mama liat cara dia bicara. Then trust me... he's jealous of you!"
Anaknya senyum. Ganteng deh. Terus gue mulai liat deh ada kumis2 tipis di atas bibirnya.. Waakksss.. bentar lagi brewokan deh nih anak kayak bapaknya!
"Jadi... kamu bisa lihat bahwa sebetulnya video itu nggak memalukan. You can see the bigger picture kan jadinya. Next time, jangan kepancing nak. Dibawa santai aja. Ketawain balik aja.. "
"Iya ma..."
"Fokus sama tujuan kamu sekolah disana ya Kak.. You aim for the bigger purpose! Jangan sampai hilang fokus kak.. tujuan selanjutnya adalah SMA negeri. Ok sayang?"
"Ok ma.."
"I love you so much kak.. and am so proud of you!"
Sang Bapak udah kembali lagi ke Bali. Gawe. Si Eneng jadinya tidur bareng Big Mommy lagi. Tadi malem, sebelum #LilAngelNajmah tidur, eh dia bersuara.. Gue pingin share aja obrolan kami tadi malem. Siapa tau ada yang butuh. Nggak spektakuler amat sik penjelasan gue, yang penting sesuai sama level si anak lah.. "Mom, can I ask you something?" "Ofcourse, darling. What's up?" "Waktu hari Jumat, kan Keputrian (baca: pelajar-pelajar cewek dikumpulin di musholla, mereka dengerin tawsiyah terus shalat berjama'ah). Terus ada kakak kelas yang nggak ikut shalat. Katanya lagi halangan. Itu maksudnya gimana sih Mom? Emang boleh Mom nggak sholat?" "Ow that! Remember when I told you bahwa saking sayangnya Allah pada wanita, terus para wanita dikasih istirahat untuk nggak shalat dulu, termasuk nggak shaum juga.." Anaknya ngangguk. "Yah itulah saatnya.. kebanyakan pada bilang lagi halangan. Or we can call it Menstruasi." Gue udah bisa tebak pertanyaan selanjutnya.
"Apa itu menstruasi, Mommy?" "Allah itu sangat sayaaaaaaang sekali sama wanita. Saking sayangnya, Allah nggak membiarkan wanita itu kotor. Nah di dalam tubuh kita ini kan akan selalu ada darah kotornya nak. Darah kotor itu dibuat oleh Allah untuk keluar dari tubuh wanita sebulan sekali. Selama 7 - 10 hari. Keluarnya melalui apa? Keluarnya melalui vagina." Jidatnya lecek. Berkerut. Mikir kayaknya. Big Mommy lanjut. "Itu yang namanya menstruasi. Nah selama menstruasi ini para wanita pake semacam kayak pampers kecil gituuu Naj... you saw I have it, right.." Dia senyum ngangguk-ngangguk. Lucu iih kayak marmut anak gue. "Terus kapan kita tau kalau kita dapat menstruasi, Mom?" "When you wee-wee then you see ada sedikiiit banget darah kering di your undies, then that's will be your time. Do you know what to do?" Dia geleng-geleng sambil idungnya dilecekin. Tadi alisnya. Sekarang idungnya. Lucuuu iiih anak gue kayak kucing anggora. "When you get that, first thing you have to do is... Kalo kamu di sekolah, langsung aja cari guru wanitamu.. then you can say 'bu, I got an emergency. I think I have menstruasi..'. Tapi kalau di rumah, ofcourse you come to Mommy. Do you get it now?" "Yes Mommy. Terus kapan seorang wanita itu dapat menstruasi?" "Ketika Allah tau bahwa seorang anak sudah siap untuk menjadi big girl, itu waktunya Allah kasih menstruasi." Ngangguk-ngangguk lagi. Kali ini nggak ada yang lecek di mukanya. Lucuukk iihh anak gue kayak emaknya.. "But you have to know this. When you get your menstruasi, itu artinya Baby nggak boleh lagi bolong shalatnya. Karena Baby sudah mulai menanggung sendiri semua dosa. And you should know that... bahwa Baby sudah harus apa nak?" "Menutup aurat, Mom" "Iya sayang.. kalau nggak nanti kasian Papi. Kasian kakak-kakakmu. Karena mereka ikut menanggung dosanya." "Ok Mom. Terus satu lagi Mom. Bu Nur (baca: guru agamanya) juga cerita. Kalau pada saat orang-orang pada tidur, terus kita shalat dan berdoa kepada Allah, nanti Allah akan kasih apapun yang kita minta ya Mom. Terus langsung ada yang jawab 'Kalau gitu minta pesawat aja dong bu'".. Terus si Eneng ketawa. "Hahahhaa.. itu namanya Shalat Tahajjud.." "Tapi emang bener Mom, Allah akan kasih apa yang kita minta?" "Allah pasti akan kasih apa yang kita minta. Tapi.. Allah yang paling tau kapannya. Allah yang paling tau gimananya. Kalau kamu minta pesawat. Allah nggak langsung kasih tiba-tiba ada pesawat di depan rumah. Nggak begitu. Allah itu sangat kreatif banget. Caranya itu macem-macem. Mungkin aja nanti tiba-tiba orang tuanya dapat rejeki yang banyak banget sehingga bisa beli pesawat.." "Jadi aku bisa Mom minta mau ke Amerika?" "Bisa. Tapi cara Allah kasihnya bukan langsung tiba-tiba pas Baby bangun, terus Baby udah langsung di Amerika. Bisa dengan cara tiba-tiba Papi Mommy dapet kerjaan yang untungnya banyaaak banget. Terus tiba-tiba Papi bilang kita vacation yuukk.. terus kita memutuskan ke Amerika. Tapi.. Allah tau kapan yang terbaik to make it happened. Bisa jadi Allah bilang, ah jangan dikasih dulu deh rejeki uang yang banyak ke Eric dan Yonna, karena kalau dikasih sekarang, akan ada orang jahat yang mau ngambil. Nanti aja deh.. tidak baik kalau sekarang.." "Jadi Allah yang tau kapan yang terbaiknya ya Mom?" "Yes darling. Allah knows the best.." "Ok Mommy. Thank you so much Mom.. I love you Mom.." Phiuuuuhhh..... Emang kadang walaupun ortu udah tau teorinya, tapi kalau tiba-tiba jeddeer kejadian gitu, kadang suka kebingungan jadinya yaaa. Belajar dari pengalaman dengan si sulung, akhirnya gue bisa senyum dulu dan nyiapin kata-kata apa yang mau gue suguhin ke si bungsu. Penjelasan gue cetek sik emang. Tapi at least menurut gue emaknya, itulah penjelasan yang pas untuk Najmah yang kelas 3 SD dan masih berumur hampir 9 tahun. Gue nggak mau pakai kata-kata atau penjelasan yang terlalu ilmiah, atau terlalu 'strong'. Gue hanya perlu menanamkan di kepalanya bahwa apa yang akan terjadi ke dia itu udah dirancang dengan sebaik-baiknya oleh Allah dan untuk kebaikan dirinya juga. Itu dia cara gue menjelaskan menstruasi ke anak. Semoga postingan gue ini ada manfaatnya yaa.. sehingga bisa menjadi penerang alam kubur gue nanti. Maklum, gue masih butuh banget melakukan amal kebaikan sebanyak-sebanyaknya. Emak-emak ini banyak banget dosa soalnyaa... Astaghfirullah..
Mumpung ada bapaknya, kemarenan itu akhirnya gw minta the father took the boys utk potong rambut. Emaknya? Nikmatin tidur di rumah.
Lagi di tengah2 tidur, si sulung nepon. Lapor kalo si entong nangis krn si Asep tukang cukur motong poni dia kependekan. Dengan mata yg berat banget, gue bilang ke kakak "Kak, I'm sure your father can handle it.. Mama lagi tidur sayaang.."
And yes.. I was that exhausted. Just in case you judge me from what I was doing.. 😁
Lanjut lagi tidurnya doong..
Begitu Big Mommy kebangun, yang langsung gue inget adalah si Entong. Eh gimana kelanjutannya yaa..
Begini cerita bapaknya:
Marvell itu maunya poninya itu panjangnya tepat di atas alis. Karena emang itu anak kan demennya nyisir poninya ke pinggir. Kadang suka dia gaya-gayain nyisirnya pake sisir yang (hampir) selalu dia bawa kemana-mana.
Tapi Asep motongnya kependekan. Bad Asep! Nakal Asep!
Kesel lah Marvell. Dari abis dipotong rambutnya sampek pulang, itu anak nangis-nangis rewel gitu di salon. Itu nggak sebentar lho.. krn harus nunggu Marshall, Melvyn dan Ayah juga yang potong rambut.
Si entong marah-marah.. "masa orang dewasa bisa lupa!!!" Ketika si Asep minta maaf dengan alasan dia lupa bahwa poninya jangan dipotong pendek.
Fatwa keluar sudah. Si Entong nggak mau lagi dipotong rambutnya sama Asep. Ouuucchh.. Lagian Asep siiikkk aaaaahh....
Lalu gw panggil si Entong ke kamar. Dan dia masuk dengan keadaan seperti di foto!! Asliiikk.. terus Big Mommy yang galau.. mau kesian atau mau ketawak niihh. Ok.. aku kan ibu-ibu sempurna, jadi kuputuskan bertindak bijak.
"What happened? Kok pake shower cap?"
"Aku ga suka rambutku, Mommy.." mukanya sedih. Nada suaranya pilu. Air matanya siap ngalir lagi.
"I know the story.. lemme see your hair"
I know how to handle this little man. Pikir gue.
Pelan-pelan dia buka showercapnya.
Dan gue aturlah intonasi dan mimik yang sempurna untuk adegan ini..
"Woooww... ganteng banget!!" Dengan gesture tubuh yang terhenyak gitu deh..
"Maasya Allah gantengnyaaa... kamu jadi kayak anak bule gitu naaakk... bagus kok! Ganteng banget!"
"Tapi poninya kependekan Mommy. Aku nggak mau.."
"Yeah I know you don't like it. But this is not bad! Ganteng banget malaahh.."
"Iya.. tapi aku nggak suka"
"Yeah i know. Emang Asepnya juga salah. Tapi ini ganteng banget. Kayak anak bule!" Mata gue bikin pollll berbinar-binarnya.
Lalu.. seperti yang sudah bisa gue tebak.
Si Entong air matanya nggak jadi ngalir.
Raut wajahnya masih sedih sik.
Tapi gue liat lobang idungnya mulai membesar.
Terus nahan-nahan senyum.. lalu bilang..
"Thanks Mom!"
Terus udah deh. Beres.
***********
Beberapa saat kemudian. Dengan tenang Marshall masuk kamar. Dengan rambut yg udh dicukur rapi model cepak.
"Hi Syaf.. you look so handsome!"
"Ow.. thanks mom!"
Yang satu ini sik adem-adem aja. Nggak terlalu rese masalah penampilan. Beda sama #AnakItuAdalahMarvell
Itu reaksi pertama yang gue denger dari mulut si ibu muda. Mamah muda. Ok, gue ceritain dari awal yaa...
Kira-kira sejak November 2015 kemarin gue mulai rutin jalan pagi di Jalur Hijau Tebet sehabis ngedropin krucil sekolah. Kelar jalan pagi, biasanya gue duduk santai dulu di dalam mobil. Having my moments.
Kira2 di bulan Desember 2015.
Mobil gue parkirnya menghadap ke taman. Gue udah selesai jalan pagi. Terus gue having my moments. In the car.
Dari dalam mobil gue liat seorang baby sitter lagi ngasuh anak balita, umurnya mungkin 3 tahun. Cowok. Ganteng. Sepertinya ada darah Timur Tengahnya. Gue mah langsung keingetan anak-anak gue waktu seumuran segitu. Itu anak lucu sepertinya lagi dikasih sarapan sama Sitternya. Sambil si anak jalan-jalan. Anaknya nggak petakilan kok. Trust me.. gue punya anak 4, jadi sensor gue bisa dipercayalah untuk bisa ngeliat seorang anak itu petakilan atau nggak.
Tiba-tiba gue kaget.
Si sitter yang duduknya membelakangi mobil gue narik kasar si anak untuk mendekat ke dia. Abis itu anak itu ditaro di pangkuannya. Dengan hanya melihat punggungnya, gue bisa melihatlah dari gesturenya sepertinya dia lagi ngedumelin itu anak. Ummm... secara logika emang kayak nggak mungkin yaa di posisi gue yang di belakangnya bisa liat kalo itu sitter ngedumel2.
Ya bisalah dilihat.. karena si Sitter kan kepalanya gerak2 ke samping. Jadi pas wajahnya menoleh ke samping, gue bisa liat mimik keselnya sambil mulutnya komat-kamit. And trust me.. itu nggak lagi nyanyiin Twinkle-Twinkle Litter Star. Suwer deehh!
Itu Sitter mukulin tangan si anak yang nyoba ngambil2 sesuatu. Mungkin mainan. Mungkin handphone. Nggak keliatan dari tempat gue. Adalah sekitar 2-3 kali mukulnya. Abis itu dia lanjut dengan gerakan kasar maksa ngasih makan si anak.
Hidih!
Gue paling panas hati liat Sitter kayak gini. Dan gue harus melakukan sesuatu. Gue tunggu-tunggu sebentar, nyari yang mana sik bapak atau ibunya. Tapi nggak muncul-muncul. Dan gue udah harus pulang. Urusan si Sulung mau berangkat sekolah soalnya.
Terus gue pulang deh.
Abis itu beberapa kali gue liat lagi Sitter dan anak ganteng itu di jalur hijau. Si Sitter lagi ngasih makan. Normal-normal aja sik. Nggak ada tindak kekerasan.
Sekitar beberapa hari yang lalu, gue liat lagi si anak ganteng di taman Tebet itu. Lagi dikasih makan. Kali ini sama wanita muda. Gue yakin itu ibunya. Dan ada si Sitter itu. Aaahh.. finally ada juga ibunya. Gitu pikir gue. Tapi gue mau lanjutin jalan pagi dulu, nanti begitu gue liat si ibu lagi sendokiran, ya baru mau gue ajak ngomong deh.
Lha tapi abis gue kelar muter, gue nggak liat mereka lagi.
Nah tadi pagi gue liat lagi si anak cute ganteng lagi dikasih makan. Sama ibunya. Sendirian. Tanpa si Sitter. Terus gue lanjut lanjut dulu jalan pagi. Konsentrasi ke film Dead Rising: Watchtower yang nemenin gue jalan pagi.
Lhaaa... keasikan jalan sambil nonton selama 1 jam 15 menit, gue lupa deh tuh sama si anak ganteng dan ibunya. Ternyata begitu gue ngeluarin mobil mau menuju pulang, gue liat si ibu dan anak ada di gerbang Taman. Ok, waktunya gue ngomong.
Sambil mundurin mobil, gue buka kaca jendela. Pas deket dengan si ibu muda, gue pun ngomong..
"Mbak, sini deh.."
Terus dia agak ogah-ogahan mau mendekat ke gue. Yaeyalah.. siapa juga ini ibu-ibu nggak kenal maen nyuruh2 sini aja. Gue maklum.
"Ini anaknya yang susternya rambutnya panjang itu ya?"
"Iya bu.."
"Saya mau cerita, tapi minta maaf banget yaa.. bukannya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anaknya. Itu susternya kasar lho. Saya pernah liat dia kasar ke anaknya mbak dan mukul tangannya"
"Demi apa bu?"
Mendengar reaksinya yang nyuruh gue bersumpah demi apa, gue mengernyitkan dahi. I was like, ya udin kalo emang nggak mau terima ucapan gue ya tak apa. Tapi ya masa gue kudu bersumpah.. Sadar gue agak bingung dengan ucapannya, si ibu muda ngelanjutin..
"Maksud saya bu, tadi pagi si susternya itu bilang mau berenti. Dan suami saya itu kayak nyalahin saya. Karena saya terlalu milih-milih, terlalu banyak nggak cocok.. Soalnya si susternya juga bilang katanya saya itu terlalu begini begitu"
"Ogituu.." ya gue cuman bisa bilang itu aja sik..
"Iya bu.. aduh gini.. boleh nggak bu, ibu bicara sama suami saya. Biar dia tau..soalnya dia nyalahin saya.."
I was like..
What? Masa kudu gue yang berhadapan dengan suaminya?
"Minta tolong bu.. dia sebentar lagi juga lewat kok. Lagi muter sekarang. Tolong ya bu.."
I was like..
Ya udahlah yaa.. kalau mau menolong seseorang jangan setengah-setengah.
Terus tiba-tiba Satpam dari samping mobil gue bilang "Bu, parkir dulu aja ya bu, soalnya nanti ada mobil yang mau lewat"
Oiyee gue baru sadar bahwa mobil gue mengisi penuh gerbang taman tempat keluar masuknya mobil. Akhirnya gue parkir.
Gue liat si mamah muda lagi masukin anaknya ke mobil yang parkirnya di depan mobil gue. Dia celingak celinguk nyariin suaminya.
Sambil gue markirin mobil sambil gue mikir. Negative Thingking mungkin. Atau apalah..
Ini suaminya galak kali yaa.. itu istrinya kok sampek butuh gue untuk bicara ke suaminya. Apa kalau si istri yang ngomong, suaminya nggak akan percaya? Why? Itu kan istrinya? Terus.. kalo nanti si suami marah ke gue karena ikut campur, kira-kira gue akan bilang apa ya? I should prepare my words..
Ahelaaaahh...negative thinking aja sik buuuukk. Masih pagi tauuukk.
Etapi kan gue berjaga-jaga ajaaa..
Tetep aja negative thoughts tauuukkk..
Gitulah isi kepala gue saling saut-sautan.
Nggak berapa lama suaminya lewat. Terus diberentiin istrinya (lha kok deskripsinya kayak Metro Mini aja sik pake diberenti2in.. pake lambai2 tangan gitu nggak jeeng ngeberentiinnya? :P)
Dari dalem mobil gue liat si istri melakukan preambule ke suaminya. Nggak tau ngomong apaan. Tapi gue liat si suami sambil ngelecekin dahinya, matanya ngeliat ke gue.
Lalu gue keluar dari mubil. Gue berjalan ngedeketin mereka.
Sambil tersenyum menampakkan gigi-gigi besar gue yang belum disikat, gue berkata ke mereka..
"Pak.. minta maaf nih. Bukannya saya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anak Bapak. Kira-kira bulan Desember saya liat susternya Bapak itu kasar ke anak bapak... blablablabla...." Gue ceritain apa yang gue liat..
"Maaf ya pak kalau kurang berkenan. Tapi saya harus kasih tau. Saya nggak tega sama anak Bapak. Kasian soalnya. Saya tuh kalau urusan anak, nyinyir banget. Mungkin karena anak saya 4 ya pak. Jadi saya nggak tega.."
"Iya nggak apa-apa bu. Terima kasih bu. Terima kasih." Sambil abis itu dia ngeliat ke istrinya. Tatapannya empuk. Mungkin ada perasaan menyesal udah nyalahin istrinya.
Lalu gue pamit.
Dan di mobil gue merasa, I think I did something good today. I think.
Seandainya semua ibu mau bekerja sama, saling menggunakan mata kita, lihat-lihat di sekitar seandainya ada baby sitter yang kasar ke anak asuhnya, langsung kita info ke ortunya.. mungkin bisa mengurangi baby sitter yang suka seenaknya aja kasar-kasar ke anak asuhnya.
Dia bakal mikir-mikir kalau mau kasar-kasar di muka umum. Ya walaupun nggak menjamin diam-diam dia tetep bisa kasar juga ke si anak kalo pas di rumah. At least, bisa mengurangi.
Dan to (some) husbands,
Stop trying to blame istri kalian kalau memang ada baby sitter atau pembantu mau keluar. Seandainya memang si istri bawel ke mereka krn kerjaan mereka, lha sapa tau itu insting kuat mereka bahwa mereka nggak bagus untuk keluarga kalian. Iiiihh susah amat siik untuk bisa memahami kayak gitu..
Jadi istri itu yang dipikirin tuh banyak tauuukk.
Karena kami itu terlahir untuk multitasking. Banyak hal yang dipikirin. Banyak hal yang dikerjain.
Entah kenapa, tapi kok ya gue yakin.. kita para istri itu tau kok kapan harus menurunkan standard kita terhadap kekuatan orang belakang (baca: baby sitter dan ART). Kita tau kok. Kita punya alarmnya. Kalau emang kita nggak nyadar, keadaan yang akan bikin kita sadar. It's just about the perfect time aja kok sampek akhirnya sebuah keluarga itu akan mendapatkan orang belakang yang tepat dan cocok. Percaya deh. Gue nggak akan ngomong gini kalau emang nggak gue alamin sendiri.
Akur yaaa?
Kalian gimana teman-teman yang budiman?
Pernah melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan? Reporting bad baby sitter to the parents? Cerita doong di kolom komen pleaseee..
Oiyaa.. gue juga punya instagram yang isinya foto-foto yang kadang asik kadang nggak asik gitu siikk.. Follow yaaa di @YonnaKairupan (twitter juga sama akunnya).
Dan gue juga punya youtube channel yang isinya Video Blog tentang kegiatan gue dan juga pastinya Makeup Tutorial. Subscribe doong pweeasee di mariih..
Gue mau berkisah tentang hari Kamis, 4 Februari 2016.
Hari dimana gue dapet undangan untuk hadir ke acara launching snack premium baru di Indonesia, Lotte Choco Pie.
Kebetulan gue diundang oleh Mommies Daily untuk hadir. Terdetect banget kayaknya yaaa ada emak-emak punya anak banyak dan doyan banget ngunyah.
Ok. Gue cerita yaa.. Kalau bisa sik yaa baca sampek abis gituu.. Biar betah, gue akan suguhin foto-foto deeeh..
Baiklah, berhubung undangannya ini adalah pas weekdays, pas krucil lagi sekolah, jadinya kan gue sebagai wanita rempong harus punya rencana yang yahuwt.
Supaya anak-anak nggak terlantar pas pulang sekolah.
Supaya gue bisa berkegiatan jugak.
Supaya gue bisa pake alas bedak.
Supaya gue bisa pake pupur. Gincu.
Ya harus diatur kalo gitu.
Ginilah gue ngaturnya:
Krucil gue titipin ke sahabat gue pas pulang sekolah.
Terus gue tarok mobil di rumah sahabat gue itu.
Berangkat ke acaranya Lotte Choco Pie naek Gojek atau GrabBike.
Pulangnya naik Gojek atau GrabBike.
Terus ketemu sama krucil di rumahnya sahabat gue.
Terus jemput si sulung pulang sekolah jam 17.30
Terus pulang deh.
Okehsip. Itu rencana saik banget lah.
Dan..
Ketika gue (jarang-jarangnya) memutuskan naik ojek, baru 1/3 jalan langit memuntahkan hujan deras. Dan merasa gue adalah wanita gagah tak pantang kendur akan hujan, gue meminta driver GrabBike untuk jalan terus menuju Hotel Gran Mahakam, tempat acara Launching Lotte Choco Pie.
Hujannya nggak maen-maen, para pembaca yang budiman.
Deras sederas-sederasnya. Untungnya sempet pake jas hujan yang dipinjemin drivernya. Walopun hanya menutup sampai pertengahan paha.
Sampai di Hotel Gran Mahakam.
Dengan keadaan kuyup setengah badan, gue menuju toilet. Ngaca-ngaca nggak penting gitu disana. Cuman pengen liat aja, seberapa parahnya kuyup bagian panggul ke bawah gue. Mbak-mbak gadis penunggu toilet pun nggak membuat gue lebih tenang dengan komennya :(
"keliatan banget ya bu basahnya.. "
Tapi kan gue orang yang punya stok pede membungkah banget yaa.. Ya gue akhirnya melengganglah berjalan mau naik lift ke lantai 2. Begitu liftnya kebuka.. terus terus ada wanita cantik gitu keluar dari lift..
"Mbak Maudy? Masih inget nggak? Aku Yonna.. "
"eeh ya ampun mbak Yonna apa kabar mbak?"
Terus kami cipika cipiki. Terus ngobrol bentaran banget.
Jadi ternyata mbak Maudy (sengaja gue sebut mbak biar pembaca yang budiman nganggap gue deket banget sama arteys :D) juga ada di Hotel Gran Mahakam untuk acara launching Lotte Choco Pie. Dan mbak Maudy ini juga sebagai Lotte Choco Pie Ambassador di Indonesia. Enak banget siik..
Gimana ceritanye gue bisa kenal Maudy Koesnaedi?
Jadi.. dulu kan gue sempet handle penjualan jilbab kondang yang sempat digandrungi para arteys ibukota NZ Collection (punyanya emak gue). Nah mbak Maudy termasuk langganan gue. 2 kali kita ketemuan. Pertama dia dateng ke rumah. Dan kedua kita ketemuan di Plaza Senayan.
Ok. Kembali ke acara launching.
Akhirnya kami sama-sama naik lift ke lantai 2.
Begitu lift terbuka, photo booth ada di depan mata. Tindakan wajar yang harus gue lakukan adalah ya berfoto demi mengabadikan outfit gue yang kuyup di bagian panggul ke bawah.
Setelah gue selesai registrasi, langkah wajar selanjutnya adalah menyicipi hidangan yang disajikan. Sebetulnya gue janjian dengan 2 kawan blogger gue Elnie dan Kania. Tapi mereka belum dateng. And it will be heavenlah untuk menyibukkan rahang gue ke atas dan ke bawah demi mengunyah makanan.
Akhirnya Elnie dan Kania datang.
Akhirnya kami foto bertiga.
Akhirnya acara launching di mulai.
Terus terang gue belum pernah sik ngerasain soft cookies premium ini. Nyebut namanya aja gue awal-awalnya masih kesrimpet-srimpet. Choco Lotte Pie. Pie Choco Latte. Latte Pie Chocolate. Ok makin ngaco. Dan akhirnya bisa fasih: Lotte Choco Pie!
Belum pernah ngerasain. Terus gue juga belum tau apa kelebihannya premium snack ini. Belum tau juga hot buttonnya kenapa gue harus beli snack ini kalo liat di supermarket. Ya karena belum tau, ya gue harus nyimak dong.
Acara launching dibuka oleh Mr. Hiroaki Ishiguro, Presiden Director Lotte Indonesia. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran para blogger dan juga media. Aaaawwhhh... thank you for having me lho, Hiroaki-san!
Abis itu MC mulai memanggil 3 gorgeous ladies untuk memulai talkshow.
Oci C. Maharani sebagai Brand Manager Lotte Indonesia.
Hanifa Ambadar sebagai Founder Female Daily Network.
Dan Maudy Koesnaedi sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie.
Talkshownya seru. Dan sangat menjawab ketidaktahuan gue.
Apa itu Lotte Choco Pie?
Ini adalah cemilan 3 in 1 yang dihadirkan dari Jepang. Emang apa aja isinya?
Lapisan coklat yang nggak pelit, softcake , dan juga kenyel-kenyel marshmallow.
Selama talkshow, peserta cuman bisa ngebayangin aja deh tuh gimana asoy rasanya Lotte Choco Pie. Lihat sisi positifnya aja kali yak.. setidaknya kita semua bisa fokus ke para wanita cantik yang lagi ngobrol-ngobrol di depan.
Maudy Koesnaedi bercerita ke kita. Gimana sibuknya kegiatannya. Gimana padetnya kegiatan anaknya, Eddie. Sekolah dari jam 7 pagi sampek jam 2 siang. Dilanjutin kegiatan-kegiatan lainnya yang tiap hari beda-beda. Ngaji. Main bola. Dan apalagi.. dan apalagi..
Karena kepadatan kegiatan masing-masing, jadi kadang waktunya sempit juga untuk Maudy bisa rajin-rajin bikin cemilan. Jadi kalau emang pas ada waktunya barengan, jadi emang difokusin untuk berkomunikasi. Berhubung anak gantengnya itu nggak banyak omong, jadi harus ada strategi khusus untuk mancing supaya mau cerita. Nah Lotte Choco Pie yang emang akhirnya jadi kesukaan Eddie ini lah yang dijadiin alat pancingan supaya anaknya mau bercerita. You know what, every mommies were born smart, no?
Kalau menurut Hanifa Ambadar, bukan cuman artis yang emang padet waktunya. Sebagian besar wanita modern itu memang sibuk. Dan sebagai wanita modern, udah pasti lah yaa harus cerdik-cerdik bergembira dalam ngatur ini itunya. Termasuk urusan perut anak.
Dijelaskan oleh mbak Oci sebagai Brand Manager Lotte, snack premium yang harganya terjangkau ini udah paling pas banget jadi pilihan mamah-mamah muda sekalian.
Mau dibawa untuk bekal sekolah. Bisa!
Mau dijadiin cemilan untuk di rumah. Bisa!
Mau dijadiin bekal untuk mendampingi kegiatan anak. Bisa!
Nggak ribet. Nggak belecetan coklatnya karena per snacknya itu sudah dibungkus dengan rapi dan mudah banget dibuka. Jadi anak bisa membukanya sendiri.
Yup. Hal ini menjadi concern tersendiri buat gue. Karena banyak banget cemilan yang dibungkus, tapi anak itu sulit untuk ngebuka karena plastiknya itu susah untuk disowek. Secara kan anak gue banyak yaaa.. jadi gue memang membiasakan mereka untuk sebisa mungkin ngebuka sendiri cemilannya. Mandiri juga bisa dilatih dari masalah persnackan bukaaann? :P
Gue sempat mengajukan pertanyaan ke mbak Oci di acara talkshow tersebut. Mengingat 4 anak gue itu alergi, dan mereka hanya bisa makan coklat kalau staminanya sedang bagus, apakah di kemudian hari akan ada varian rasa lain dari Lotte Pie?
Jadi ternyata kalau di Jepang, menurut mbak Oci, ada varian Green Tea Pie. Cuman untuk di Indonesia masih dikonsentrasikan dulu yang Choco Pie. Jadi belum ada pertimbangan untuk penambahan varian rasa. Ya semoga aja ada yaakk...
Lalu ditambahin lagi oleh mbak Maudy. Anaknya pun alergi. Tapi kalok makan Lotte Choco Pie ini, so far aman-aman aja. Kalau begitu udah pastilah Lotte Choco Pie ini menggunakan coklat yang kualitasnya bagus. Soalnya anak-anak gue itu kalau makan coklat yang rasanya gula banget, nggak berapa lama pasti batuk gerung-gerung.
Aaaaahh... kan gue jadi penasaran terkejang-kejang kaaaan jadinya mau tau gimana rasanya Lotte Choco Pie ini. Emang dasar rejeki emak sholeh yaaa.. Begitu kelar peresmian Launching Choco Pie ini, semua peserta yang hadir disajikan pie coklat gempal ini. Saya dapat 2 sodara-sodara.. :D
Begitu gue rasakan di gigitan pertama... kalian tau apa yang gue rasakan pembaca yang budiman?
Gue merasa terancam!! Yup, gue merasa terancam.
Gue merasa nggak aman kalo makan snack ini. Karena gue yakin... krucil gue pasti bakal berebutan sama emaknya kalo makan snack ini.
Aaaaakkkkkhh.. gue suka sangat sama pie nyaaaaa!!!
Untung aja kan pas pulang kami semua dibekelin dengan goodie bag yang isinya Lotte Choco Pie. Pas banget lagi jumlahnya.
Isi goodie bagnya itu adalah:
1 pack Lotte Choco Pie yang isinya 6 buah.
1 pack Lotte Choco Pie yang isinya 2 buah.
Jadi, selain yang satuan, ada juga Lotte Choco Pie dalam bentuk pack yang isinya 6 pieces dan 2 pieces.
Dan ketika pie-pie rasa surga itu gue kasih ke anak-anak gue... ternyata bener-bener kejadian sodara-sodara. Kami saling berebutan!! Yah kira-kira begitulah bonding time versi gue dan anak-anak. Berebutan makanan. Agak barbar yaa :D. Kalau bonding time kalian sama anak-anak kayak gimana sik, teman-teman? Share dong plis.. plis.. pliss.. Isi di kolom komen yaa :) Vlog a.k.a video blogging selama acara Launching Lotte Choco Pie bisa ditonton disini yaaa kawan-kawan. Jangan lupa subscribe ke Youtube Channel gue yaa.. nanti akan ada vlog-vlog dari acara-acara lainnya juga. Janjik!