Yesterday was Indonesian Mother's Day.
Am about to tell you my kinda Mother's Day.
Mother's Day..
Started on July 1st, 2000 when I married to the most wonderful man in the world. Then every single day of my life was Mother's Day.
Mother's Day..
Is not the day when I should get special treatments from my family. Coz I always have them. Day to day. Hours to hours. Minutes to minutes. Every seconds.
Mother's Day..
Is not the day when I have to spoil and please myself with good things. Coz basically I can have them anytime I want. Ow.. when it's not the end of the month for sure. When I have to tighten up the family budget 😄😄😄
Mother's Day..
Is not the day when I have to see how thankful my husby and my kids to have me as the great woman in their lives.
It is the day when I have to show them my gratitude. When I have to thank them..
To my husband..
Thank you for giving me the chance to be a mother for your 4 wonderful kids.
Thank you for opening the door to a very wonderful world. Motherhood.
Thank you for always hold my hand during the journey.
To my Melvyn..
Thank you for all the new lessons you gave to me.
I learned how to deal with extra-energetic child. How to deal with big brain kid. How to deal with teenager.
To my twinster. Marshall and Marvell.
Thank you for being the sweetest twin monsters in the world. I learned more about patience. Expectations. Great souls. Respects. I learned more about being tough.
To my lil girl. Najmah.
Thank you for giving me lessons about how to be a real woman. I learned more about beauty. Behaviour. Fear. Girl with brain. I learned all of that from you.
And my lessons are not ended yet. It will continue till the end of my time. For sure.
Mother's Day.
No need special gift for Big Mommy, my husby and kids. All of you are my extraordinary gifts just by breathing and be happy.
They're the treasures.. My strength.. My batteries.. My powers.. My belief in the power of God.. They're my laughters..My Joy.. My everything in life...
Showing posts with label motherhood. Show all posts
Showing posts with label motherhood. Show all posts
Wednesday, December 23, 2015
No (Specific) Mother's Day for Me
Monday, February 2, 2015
Revolusi Mental Orang Tua. Versi Gue.
I learn a lot from my kids.
Especially I learn a lot from my eldest. Karena selalu ada 'kasus' baru kalau sama si Sulung. Terus nanti pas ngadepin adik2nya jadinya udah lebih smooth.
Si sulung untuk pertama kalinya ikutan turnamen taekwondo. Dan hanya dari 1 event ini, gw bisa belajar banyak. Inilah beberapa diantaranya.. yang menunjukkan bahwa Revolusi Mental diperlukan banget oleh orang tua di Indonesia.
=======
Aaarrgghh... this was the hardest lesson.
Begitu gue tau si Sulung mau ikutan turnamen, pertanyaan pertama gue ke dia adalah:
"Are you sure? Are you ready?"
Dan dia jawabnya yakin banget.. dengan YES.
Sebetulnya.. pertanyaan itu adalah untuk diri gue sendiri.
Sebetulnya yang nggak ready itu adalah gue.
Hati gue ngilu ngebayangin anak gue tendang-tendangan.
Kena perutnya. Kena kepalanya. Kena mukanya.
Tapi ya gue harus belajar. That was a huge step for me.
Begitu hari H-nya.. gue bener2 nervous. Mulut gue berasa kering. Senewen. Suami sampai gue larang untuk nelpon2 karena gue senewen.
Dan gue harus bersikap cool and calm di depan anak2.
Aaargghh.... aren't mother the best actors? :D
But I did it. I was awesome. I guess.
Diluar jeritan2 macam orang kesurupan pas si Sulung lagi tanding.
I was still awesome.
Next time I'll be calmer. I'll be cooler.
Revolusi mental pertama.
Revolusi mental selanjutnya..
Ini diluar diri gue.
Pertandingan udh dimulai.. beberapa partai udh jalan. Di salah satu arena, ada anak sekitaran umur 8 thn tanding. Salah satunya jatuh dan lututnya keinjek lawan. Kesakitan. Nangis.
Bapak2 yg dari tadi berisik di belakang gue dgn logat Sumatranya langsung ngakak ngetawain kenceng banget dan bilang ke anaknya yg umurnya sekitar 8 thn juga:
"Bwahahahaha... nangis! Masa gitu aja nangis.. ahahahhahaa... liat tuh!" Sambil nyikut anaknya.
Gue nengok ke belakang dan spontan bilang: "ya ampun.. kok diketawain sih"
Najmah nanya: kenapa Mommy?
Dengan lantang dan gue tau itu bapak ngeliatin dan dengerin gue, gue pun bilang:
"Sangat tidak baik ya sayang kita menertawakan orang yg sedang kesakitan. Apalagi anak kecil. Secara moral, kelakuan itu buruk sekali.."
Then I don't hear his laughter anymore..
I mean.. GOD.. really??
Seorang bapak. Berumur matang. Berperilaku seperti itu di depan anaknya?
Dan thanks to him.. gue jadi punya perfect examples yang nyata di depan mata untuk anak2 gue. Mereka jadi tau bahwa orang kayak gitu ada. Mereka bisa belajar dari seorang ayah perilaku yang memalukan.
Revolusi Mental selanjutnya yang diperlukan orang tua Indonesia:
Gue duduk diantara orangtua2 dari sebuah club taekwondo. Kebanyakan dari mereka logat Sumatra. Salah satu anak cowok dari club tersebut udah kelar tanding. Sekitar umur 8-9 tahun. Kalah.
Kecewa keliatan banget dari wajahnya. Gue bisa rasain gimana perasaan di dalem hatinya, kudu balik ke tempat duduk dia yang penuh dengan para orang tua dan juga teman2nya.
Begitu dia sampai di tempatnya, seorang wanita yang gue asumsikan adalah ibunya bilang:
"Kalah? Yeeeee... itulah.. kamu itu kurang fokus.." sambil kasih senyuman seringai yang gue ngeliatnya kesel banget. Gue yang nggak ikut tanding, nggak ngerasain kalah, gue aja eneg banget liat senyumnya.
Terus gue liat ke anaknya. Dia nunduk sambil rahangnya sedikit gerak2. Dia menahan emosi nampaknya. Terus dia duduk. Seorang ibu ngasih dia makanan KFC. Dan ibu2 lain ada yang nanya juga: "gimana? menang? kalah?"
Wanita yang gue asumsikan ibunya langsung jawab: "kalah.. abisan.. dia itu kurang fokus!"
Mothers... did you really have to do that?
Apa perasaan loe udah mati hanya untuk bisa ngerasain apa yang ada di hati anak loe?
Disini gue udah mendapatkan pengingat duluan.. tentang apa yang harus gue lakukan ketika anak gue kalah nanti. Ataupun menang.
Hargai perasaan anak. Rangkai kata-kata yang benar.
Sesuatu yang emang gue pun masih harus belajar banyak.
Oke.. Revolusi Mental selanjutnya:
Masih tentang salah satu orang tua dari klub yang sama.
Dia punya 3 anak yang tampangnya bule2. Cowok semua. Ikutan tanding semua.
Anak pertama kayaknya udah SMA. Atau mungkin kuliah. Namanya Michael.
Anak kedua sekitar umur 10 thn. Namanya Shane.
Anak ketiga sekitar umur 8 thn. Gue nggak tau namanya siapa. Kayaknya Jeremy deh.
Anak ketiganya tanding duluan. Kalah.
Gue bisa denger pembicaraan si anak dengan salah satu ibu2 yang nanyain dia menang atau kalah..
"(aku) kalah. Abisan lawannya nggak seimbang. Dia lebih tinggi gitu."
Terus ibunya datang. Dan membahas kekalahan anaknya dengan ibu2 yang lain.. ucapannya pun sama. Bahwa lawan anaknya nggak seimbang.
And I saw the fight. It was a fair one. Tinggi mereka sama. Hanya saja lawannya itu lebih agresif.
Anaknya yang kedua tanding. Menang.
Menang bukan karena dia berhasil mengalahkan lawan. Tapi karena lawannya nggak hadir. Jadi menang.
Nggak ada pembahasan apa2 dari si ibu tentang hal ini.
Anaknya yang pertama tanding. Gue nggak liat fightnya. Kalah.
Anaknya sih diem aja. Gue emang liat anaknya yang pertama ini karakternya emang pendiem. Nggak banyak ngobrol. Dia sibuk dengan tab, handphone dan earphonenya aja. Nggak merhatiin pertandingan2 yang berlangsung.
Dan gue liat ibunya membahas kekalahan anaknya dengan ibu2 yang lain.
Ucapannya juga mengacu bahwa lawan anaknya nggak sepadan.
Ow God.. really?
Sampai kapan kita sebagai orang tua harus menyalahkan faktor luar untuk sebuah kegagalan yang dilakukan anak kita?
Terus jadinya kapan dong pikiran kita mau terbuka untuk meng-scanning apa yang harus dibenahi dalam diri anak kita?
Dan kejadian ini adalah reminder yang berharga banget untuk gue. Gue bener-bener bisa melihat dari sisi luar, what it looks like to the parents and also to the children.
Being a parents itu emang nggak ada sekolah khususnya. Satu-satunya cara adalah kita harus mau membuka hati dan pikiran kita untuk belajar dari sekitar.. dan yang terpenting adalah belajar dari anak kita.
Dan ya... postingan ini adalah semata-mata untuk gue yang masih harus melakukan revolusi mental sebagai orang tua.
Monday, March 24, 2014
DON'T LET THEM, SON..
Just wanted to share my motherhood words with you guys... Ini kejadiannya sik kira2 bulan lalu yaa.. tapi gw lupa muluk mau share.
Berawal dari pembicaraan rutin after school sama anak2. Si sulung bbrp hari terakhir itu selalu ceritanya sama. Si A selalu ngata2in dia.
One thing I checked. Always.
"How do you feel, son?"
Jawabannya si kakak masih nggak mengkhawatirkan sik.
"Kakak bales lagi ma."
"Kakak ejek lagi ma."
"Kakak balikin lagi aja ma."
The next thing I checked. Always.
"Do you know why is that friend did that to you?"
Jawabannya juga selalu meyakinkan.
"Yup. Because that friend is jealous of me"
Ow.. sekiranya loe penasaran si A ini suka ngatain apa aja. Kira2 si A (yg akhirnya ngajakin si B) ini ngatain anak gw:
Loe jelek..
Nilai loe cuman segitu..
Dan omongan2 ngeremehin lainnya.
My son. He's still a kid.
Walaupun dia anak yang full confident, but kid is still a kid. Dengan tembok pertahanan yang masih gampang roboh. Dikit.
Suatu pagi gw liat si sulung males sekolah. Bilangnya sakit perut. Tapi insting gw mengatakan lain. Walaupun bapake lempeng percaya anak ini sakit perut.
Gw tanya ke Melvyn. Are you okay?
Mukanya ragu. Gw lanjutkan bilang: I know your stomach is fine. And you know you can tell me everything kan?
Wajah si sulung keliatan sedihnya. Dia lalu cerita bahwa dia males sekolah. Karena diintimidasi oleh si A dan si B. Kalau hanya dingoceh2in sampah mungkin Melv akan tetap biasa aja. Tapi temannya ini mulai ngajakin yang lain untuk musuhin dia.
My kid is still a kid. Walaupun dia punya emak yang setegar gunung es 😝 but he's still a kid. And then this is how the conversation went..
Me: do you still know why he did that kan? *Melvyn mengangguk*
Do you know why dia ngajak2 yang lain utk musuhin kamu? *Melvyn diam*
Because he is frustrated he can't beat you. He needs other people to bring you down. Because why? BECAUSE YOU ARE TOOOOOO GLOWING, my son.
Kalau kamu pikir kamu akan mengalami hal seperti ini cuman sekali ini aja.. YOU ARE TOTALLY WRONG. You'll face it for the rest of your life. This is just the beginning.
And why is that? BECAUSE YOU ARE TOOOOO AWESOME. Some people can't stand it.
Look at you. Handsome. Pintar. You are the Kairupan's son. They don't have cool family like yours. Cool parents like yours. Si A is dying to have your life.
And the only thing you can do is... face them. Don't let them think that they win. Don't let them see you down. Chin up, sayang. You are Yonna Kairupan's son. All you have to do is to win the battle.
Is Ravi (sahabatnya dari TK) still with you on this? Atau ikut2an?
Melv: Ravi nggak ikutan ma. He's with me.
Me: and do you still remember when you were on 5th grade.. you said that you don't mind kalau nggak ditemenin oleh bbrp temen yang nakal.. as long as you still can have a good times with your good friends. Do you remember that? *Melvyn ngangguk*
Mungkin kamu kmrn ini berasa seru waktu sempat main sama si A dan si B. Karena mungkin yang kamu alami agak beda suasananya. Jokesnya. Ketawa2nya. But that wasn't true. Fake. What you have with your bestfriends are the real ones.
You are not jelek. You are not stupid.
Siapa yang sering mewakili sekolah utk lomba, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang sering bawa piala pulang dari sekolah nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang belajarnya santai banget tapi hasilnya bagus nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yg beberapa kali masuk TV, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang kegiatannya selalu seru nak? Kamu. Bukan dia.
And I hope you can see clearly where the jealousy came from. *Melvyn ngangguk. Mulai tersenyum*
Tapi...
Diluar itu semua, tetap kamu harus introspeksi diri. Perbaiki diri. Mungkin cara bicara kamu harus diperbaiki. Harus selalu tetap down to earth...
Mereka yang ngoceh2.. diemin aja. Atau balas lagi dengan becanda kayak yg mama ceritain ttg caranya Kak Ijal. Tapi kalau mereka mulai fisik, kamu benar2 harus melawan. Can you do that for yourself?
Melv: iya ma..
Me: so.. are you ready to face them? Do you think you can handle this thing?
Melv: YES ma..
Lalu Melvyn meluk gw kenceng. And I said to him.. "try to handle this by yourself. Kalau mentok, then your BIG Mommy will help you. I'm gonna have this mom-to-mom conversation.
Lalu Melvyn mengangguk.
Besoknya ketika pulang sekolah, gw tanya ke Melvyn gimana keadaannya dgn teman2nya. Dan dengan nada riang si sulung laporan.
Si B nggak ngoceh2 hari ini Mom.
Si A tadi ngatain kakak. Tapi dibales lagi sama Ravi..
See? A real bestfriend will always stang by your side. Just.. dont let those bad ones bring you down, son...

Berawal dari pembicaraan rutin after school sama anak2. Si sulung bbrp hari terakhir itu selalu ceritanya sama. Si A selalu ngata2in dia.
One thing I checked. Always.
"How do you feel, son?"
Jawabannya si kakak masih nggak mengkhawatirkan sik.
"Kakak bales lagi ma."
"Kakak ejek lagi ma."
"Kakak balikin lagi aja ma."
The next thing I checked. Always.
"Do you know why is that friend did that to you?"
Jawabannya juga selalu meyakinkan.
"Yup. Because that friend is jealous of me"
Ow.. sekiranya loe penasaran si A ini suka ngatain apa aja. Kira2 si A (yg akhirnya ngajakin si B) ini ngatain anak gw:
Loe jelek..
Nilai loe cuman segitu..
Dan omongan2 ngeremehin lainnya.
My son. He's still a kid.
Walaupun dia anak yang full confident, but kid is still a kid. Dengan tembok pertahanan yang masih gampang roboh. Dikit.
Suatu pagi gw liat si sulung males sekolah. Bilangnya sakit perut. Tapi insting gw mengatakan lain. Walaupun bapake lempeng percaya anak ini sakit perut.
Gw tanya ke Melvyn. Are you okay?
Mukanya ragu. Gw lanjutkan bilang: I know your stomach is fine. And you know you can tell me everything kan?
Wajah si sulung keliatan sedihnya. Dia lalu cerita bahwa dia males sekolah. Karena diintimidasi oleh si A dan si B. Kalau hanya dingoceh2in sampah mungkin Melv akan tetap biasa aja. Tapi temannya ini mulai ngajakin yang lain untuk musuhin dia.
My kid is still a kid. Walaupun dia punya emak yang setegar gunung es 😝 but he's still a kid. And then this is how the conversation went..
Me: do you still know why he did that kan? *Melvyn mengangguk*
Do you know why dia ngajak2 yang lain utk musuhin kamu? *Melvyn diam*
Because he is frustrated he can't beat you. He needs other people to bring you down. Because why? BECAUSE YOU ARE TOOOOOO GLOWING, my son.
Kalau kamu pikir kamu akan mengalami hal seperti ini cuman sekali ini aja.. YOU ARE TOTALLY WRONG. You'll face it for the rest of your life. This is just the beginning.
And why is that? BECAUSE YOU ARE TOOOOO AWESOME. Some people can't stand it.
Look at you. Handsome. Pintar. You are the Kairupan's son. They don't have cool family like yours. Cool parents like yours. Si A is dying to have your life.
And the only thing you can do is... face them. Don't let them think that they win. Don't let them see you down. Chin up, sayang. You are Yonna Kairupan's son. All you have to do is to win the battle.
Is Ravi (sahabatnya dari TK) still with you on this? Atau ikut2an?
Melv: Ravi nggak ikutan ma. He's with me.
Me: and do you still remember when you were on 5th grade.. you said that you don't mind kalau nggak ditemenin oleh bbrp temen yang nakal.. as long as you still can have a good times with your good friends. Do you remember that? *Melvyn ngangguk*
Mungkin kamu kmrn ini berasa seru waktu sempat main sama si A dan si B. Karena mungkin yang kamu alami agak beda suasananya. Jokesnya. Ketawa2nya. But that wasn't true. Fake. What you have with your bestfriends are the real ones.
You are not jelek. You are not stupid.
Siapa yang sering mewakili sekolah utk lomba, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang sering bawa piala pulang dari sekolah nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang belajarnya santai banget tapi hasilnya bagus nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yg beberapa kali masuk TV, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang kegiatannya selalu seru nak? Kamu. Bukan dia.
And I hope you can see clearly where the jealousy came from. *Melvyn ngangguk. Mulai tersenyum*
Tapi...
Diluar itu semua, tetap kamu harus introspeksi diri. Perbaiki diri. Mungkin cara bicara kamu harus diperbaiki. Harus selalu tetap down to earth...
Mereka yang ngoceh2.. diemin aja. Atau balas lagi dengan becanda kayak yg mama ceritain ttg caranya Kak Ijal. Tapi kalau mereka mulai fisik, kamu benar2 harus melawan. Can you do that for yourself?
Melv: iya ma..
Me: so.. are you ready to face them? Do you think you can handle this thing?
Melv: YES ma..
Lalu Melvyn meluk gw kenceng. And I said to him.. "try to handle this by yourself. Kalau mentok, then your BIG Mommy will help you. I'm gonna have this mom-to-mom conversation.
Lalu Melvyn mengangguk.
Besoknya ketika pulang sekolah, gw tanya ke Melvyn gimana keadaannya dgn teman2nya. Dan dengan nada riang si sulung laporan.
Si B nggak ngoceh2 hari ini Mom.
Si A tadi ngatain kakak. Tapi dibales lagi sama Ravi..
See? A real bestfriend will always stang by your side. Just.. dont let those bad ones bring you down, son...

Subscribe to:
Posts (Atom)
Lemonilo di Keluarga Baim Wong
Baru selesai nonton video Youtubenya Baim Wong dan istrinya Paula. Seneng ya kalo liat ada kesamaan yg dilakukan selebriti dengan kita, r...
-
Kemarin Big Mommy pergi ke Subang, barengan sama Leader juga untuk kasih pembinaan bisnis luarbiasaku di http://bossluarbiasa.com/?id=yonna ...
-
Sebut saja namanya Atun.. lagi setengah hati menjiwai menyanyikan lagu Korea yang lagi dia puter di Youtube. Merem melek dia nyanyinya....
-
Minggu lalu saya dapet undangan Bicara Gizi Bersama Masako dengan topik utama yaitu Strategi Penurunan Berat Badan Anak Gemuk. Yang aka...
